2.100 Pelari Siap Taklukkan Jalur Gunung Lawu di Siksorogo 2025

Siksorogo Gunung Lawu
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Ribuan pelari trail dari berbagai penjuru Indonesia hingga mancanegara siap menguji ketangguhan fisik dan mental di jalur ekstrem Gunung Lawu dalam ajang Siksorogo Ring of Lawu 2025. 

img_title Tragedi Siksorogo Lawu Ultra 2025 Dua Pelari Meninggal, Pujo Kolaps di Samping Istri di Jalur 15 KM

Event bergengsi yang digelar pada 26–27 Juli 2025 ini mencatat lebih dari 2.100 peserta terdaftar, dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

Start dan finish akan berlangsung di Wonderpark Tawangmangu, dengan lintasan menantang yang melintasi empat kabupaten di dua provinsi, menjadikannya salah satu magnet utama olahraga lari alam tahun ini.

img_title Siksorogo Lawu Ultra 2025 Pecahkan Rekor Peserta, Perputaran Uang Hampir Tembus Rp20 Miliar

Tony Hatmoko, pembina Komunitas Siksorogo Lawu selaku penyelenggara, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta sangat luar biasa tahun ini. 

“Jumlah pendaftar tembus 2.100 dan pendaftaran kami tutup lebih cepat dari perkiraan. Saat ini, kami fokus pada verifikasi peserta di kategori ekstrem,” ujarnya, Senin (21/7/2025).

img_title Tasikmadu Heritage Run 2026, Lari Sambil Wisata di Pabrik Gula Legendaris Karanganyar

Verifikasi ketat diberlakukan bagi peserta yang memilih kategori 50K dan 100K. Syarat utama adalah pernah mengikuti lomba dengan jarak minimal 30K sebelumnya. Jika tidak memenuhi kriteria, peserta otomatis dicoret dari daftar.

"Kami ingin memastikan semua pelari yang turun benar-benar siap menghadapi medan berat Gunung Lawu,” tambah Tony.

Tiga kategori utama akan dipertandingkan: Fun Run 7 km, Fun Run 15 km, dan Ultra Road 100 km. Untuk kategori terpanjang, panitia membuka opsi lomba individu, relay 2, dan relay 5 orang.

Rute akan membawa pelari menjelajah kawasan hutan dan jalur pegunungan yang membelah wilayah Karanganyar, Sragen, Ngawi, dan Magetan, menghadirkan pengalaman lari yang tidak hanya menantang, tapi juga memukau secara visual.

Lebih dari sekadar lomba, Siksorogo Ring of Lawu juga menjadi ajang silaturahmi komunitas pelari lintas daerah dan negara.

"Event ini merayakan semangat sportivitas, cinta alam, dan kolaborasi komunitas. Kami ingin membawa nama Karanganyar semakin dikenal dunia,” kata Tony.

Secara ekonomi, dampaknya juga signifikan. Tony memaparkan bahwa event serupa tahun lalu berhasil mencetak perputaran uang hingga Rp10 miliar. Hotel, vila, penginapan, hingga rumah warga di sekitar Tawangmangu dipenuhi oleh peserta dan keluarganya selama masa event.

Dukungan juga datang dari pemerintah daerah. Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi Siksorogo terhadap promosi pariwisata dan pertumbuhan ekonomi lokal. 

Halaman Selanjutnya
img_title