PMF 2025 Hadirkan 6 Jam Aksi Pencak Silat Sebagai Puncak Perayaan

Koordinator PMF 2025, Suryadi
Sumber :
  • Humas Pemda DIY

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pencak Malioboro Festival (PMF) edisi ke-8 akan kembali memeriahkan Kota Yogyakarta pada 12–14 September 2025. Salah satu sorotan utama tahun ini adalah pertunjukan pencak silat selama enam jam penuh yang dijadwalkan sebagai puncak acara pada 13 September.

img_title Pemkot Yogyakarta Gelar Seleksi Beasiswa Prestasi Kelurahan 2026, Nilai TKA dan TKAD Jadi Penentu

Rencana ini disampaikan dalam audiensi antara Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, dan komunitas Paseduluran Angkringan Silat selaku penyelenggara PMF, yang berlangsung di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan, Rabu (27/08/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Sri Paduka menerima undangan resmi untuk menghadiri festival yang mengusung semangat pelestarian budaya bela diri tradisional.

img_title Festival Jamu Nusantara Dorong Tradisi Minum Herbal Jadi Gaya Hidup Modern

“Saya bersyukur kegiatan ini bisa kembali digelar. Pencak silat adalah warisan budaya yang perlu dijaga bersama. PMF tidak harus berlangsung setiap tahun, karena saya memahami besarnya energi yang dibutuhkan. Dua atau tiga tahun sekali sudah cukup, asalkan semangat pelestariannya tetap hidup,” ujar Sri Paduka.

Wagub DIY uga memberikan sejumlah masukan strategis, termasuk usulan agar setiap perguruan pencak silat yang berpartisipasi dikenakan biaya pendaftaran ringan. Menurutnya, kontribusi tersebut dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab sekaligus membuka peluang promosi melalui penjualan cenderamata khas perguruan masing-masing.

img_title Pemkot Yogya dan Diwa Foundation Bedah Rumah, Prioritaskan Hunian Layak bagi Disabilitas

“Biaya kecil saja, yang penting ada rasa keterlibatan. Dan akan lebih baik jika mereka diberi ruang untuk menjual produk atau souvenir perguruan sebagai bentuk apresiasi dan promosi,” tambahnya.

Sri Paduka turut mendorong panitia untuk berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan UKM DIY agar UMKM lokal, khususnya sektor kuliner, dapat turut ambil bagian dalam festival. “Saya harap kegiatan ini membawa manfaat luas, tidak hanya bagi pencak silat tapi juga bagi masyarakat sekitar,” tuturnya.

Sementara itu, Yosi, salah satu tokoh Paseduluran Angkringan Silat, mengungkapkan bahwa hingga kini sudah 35 perguruan dari berbagai daerah di Indonesia mendaftar, dengan total peserta lebih dari 3.000 orang. Ia juga menyebutkan bahwa pesilat dari Australia dan Malaysia dijadwalkan hadir, meski peserta dari Amerika Serikat tahun ini batal bergabung karena kendala waktu.

Koordinator PMF 2025, Suryadi, menjelaskan bahwa festival akan berlangsung selama tiga hari. Pada 13 September, setelah lomba koreografi dan lomba menggambar anak-anak di pagi hari, pertunjukan “6 Jam Pencak Silat” akan dimulai pukul 15.00 WIB di halaman regol barat Kompleks Kepatihan. Keesokan harinya, 14 September, akan digelar pawai pencak silat yang melintasi rute dari halaman DPRD DIY menuju Titik Nol Kilometer.

Halaman Selanjutnya
img_title