ASTI Kudus Juara Piala Presiden U-15, Dinobatkan Menpora Sebagai Akademi Sepak Bola Terbaik di Indonesia

Menpora Erick Tohir serahkan Piala Presiden 2025 kepada ASTI Kudus
Sumber :

SURABAYA, VIVAJogja– Akademi Sarana Talenta Indonesia (ASTI) Kudus menorehkan prestasi membanggakan di level nasional. Tim Kota Kretek ini menjuarai Piala Presiden U-15 2025.

img_title Bupati Kudus Sematkan Pesan Penting ke 659 PPPK: Kerja Maksimal dan Rumah Tangga Jangan Kandas

Prestasi itu diraih saat berlaga di babak final Piala Presiden 2025 yang berlangsung di Stadion Gelora 10 Nopember Surabaya, Kamis (2/10/2025). ASTI Kudus sebagai wakil Jawa Tengah itu, menundukkan PS Malaka asal Nusa Tenggara Timur dengan skor tipis 1-0.

Meski hanya unggul lewat satu gol, dominasi ASTI Kudus sangat terasa sepanjang pertandingan. Dari data yang dilansir oleh akun resmi @pialapresiden_25, pada match statistic yang dirilis usai laga, ASTI Kudus tercatat melepaskan 22 tembakan dengan 9 di antaranya tepat sasaran. 

img_title Pilketos Serentak 2026 Jadi Proyek Percontohan di Jateng, KPU Kudus Ajak Pelajar Belajar Demokrasi Sejak Dini

Sementara PS Malaka hanya membalas 11 kali tembakan dengan 3 on target. Dari sisi penguasaan bola, ASTI juga lebih unggul 57 persen dibandingkan 43 persen milik lawan.

CEO ASTI Kudus, Arif Budianto, dalam rilisnya kepada media dari Surabaya sore ini, mengucapkan syukur atas capaian terbaik dari anak asuhnya pada tunamen bergengsi kali ini.

img_title UMKM Berizin Didorong Jadi Penggerak Pengentasan Kemiskinan di Kudus

“Keberhasilan anak-anak ASTI menembus final hingga akhirnya mengangkat Piala Presiden ini adalah hasil dari proses panjang. Bukan hanya pemain, tapi juga tim pelatih dan manajemen yang berjuang bersama-sama,” ujar Arif pada Kamis (2/10/2025).

ASTI Kudus sendiri menempuh perjalanan berliku sebelum mencapai tangga juara. Tergabung di Grup B bersama POPB (DK Jakarta), Bina Bangsa (Jawa Barat), dan Tiga Boys (Kalimantan Timur), ASTI lolos sebagai juara grup dengan tujuh poin hasil dua kemenangan dan satu kali imbang.

Di babak perempat final, Ahmad Satria menjadi penentu kemenangan atas Bangau Putra 1979 (Sulawesi Selatan).

Sementara di semifinal, giliran Caesar Akbar yang mencatat gol indah melalui aksi solo run untuk menyingkirkan Tunas Palapa Ternate (Maluku Utara) dengan skor 1-0.

Lawan tangguh datang dari PS Malaka yang sebelumnya menang telak 3-0 atas Tamiang United FC (Aceh) di semifinal. Namun pada partai puncak, keunggulan kolektif ASTI Kudus berhasil menutup pergerakan lawan hingga memastikan trofi juara.

Gelar ini menegaskan status ASTI Kudus sebagai salah satu akademi sepak bola usia muda terbaik di Indonesia. Sekaligus membawa pulang kebanggaan bagi Jawa Tengah di kancah sepak bola nasional kelompok umur.

Halaman Selanjutnya
img_title