Atlet Muda Meriahkan Bupati Cup 3 Pencak Silat Kulonprogo
- Istimewa
KULONPROGO, VIVA Jogja – Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup 3 antar pelajar Kulonprogo, menghadirkan atmosfer kompetisi yang intens sekaligus meriah, di mana para pesilat muda menunjukkan hasil latihan, kedisiplinan, dan keberanian mereka di atas gelanggang. Lebih dari sekadar perebutan medali, kejuaraan ini menjadi ruang pembinaan mental juara, sportivitas, dan kebersamaan yang tumbuh sejak usia dini.
Sebanyak 253 atlet pelajar dari berbagai sekolah dan perguruan silat di Kulonprogo turun gelanggang, terbagi dalam tiga jenjang usia mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA–SMK. Selama dua hari pelaksanaan, 9–10 Januari 2026, setiap pertandingan berlangsung sengit dan penuh energi, dengan dukungan penonton yang menambah semarak suasana. Ketua Panitia, Arif Hidayat, menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan hanya mengejar prestasi, melainkan juga membangun karakter dan mempersiapkan atlet menuju ajang POPDA tingkat kabupaten maupun DIY.
Kejuaraan dibuka secara resmi oleh Bupati Kulonprogo, Dr H R Agung Setyawan, yang menyampaikan rasa bangga atas komitmen para atlet muda. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga, melainkan proses pembentukan mental dan karakter. Agung mengingatkan bahwa kemenangan bukanlah satu-satunya ukuran, melainkan keberanian untuk berkomitmen, disiplin, dan konsisten dalam berlatih. Ia berpesan agar atlet yang meraih juara tidak cepat berpuas diri, sementara mereka yang belum berhasil tetap percaya diri dan tidak patah semangat. “Kalian semua adalah juara sejati,” ujarnya, disambut tepuk tangan meriah dari peserta.
Suasana keakraban dan sportivitas terasa sepanjang pertandingan. Para pesilat muda tidak hanya berkompetisi, tetapi juga menjalin silaturahmi dan memperkuat rasa kebersamaan. Dukungan keluarga, pelatih, dan masyarakat menjadi energi tambahan yang membuat ajang ini semakin bermakna. Bupati menutup sambutannya dengan ajakan agar seluruh atlet bertanding dengan kemampuan terbaik, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjaga keselamatan. Ia optimistis bahwa dari kejuaraan ini akan lahir pesilat-pesilat berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, bahkan Indonesia di masa depan.