Bantul Siapkan Bonus Rp 8 Miliar untuk Atlet PORDA 2025
- Pemkab Bantul
BANTUL, VIVA Jogja - Pemerintah Kabupaten Bantul memastikan apresiasi atas peringkat kedua yang diraih Kabupaten Bantul dalam ajang PORDA XVII DIY 2025 bagi para atlet berprestasi dengan menyiapkan bonus senilai Rp 8.092.550.000 yang akan dicairkan pada triwulan pertama tahun ini. Bonus tersebut terbagi untuk kategori perorangan maupun beregu, sesuai capaian medali yang diraih.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Bantul, Nugroho Eko Setyanto, menjelaskan bahwa atlet peraih medali emas kategori perorangan akan menerima Rp18 juta, medali perak Rp6,5 juta, dan medali perunggu Rp2,75 juta. “Kami sudah melaporkan capaian PORDA kepada Bupati. Bantul berhasil duduk di posisi kedua DIY, dan bonus segera diserahkan sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras atlet,” ujarnya saat audiensi bersama KONI Bantul di ruang kerja Bupati.
Selain bonus, Pemkab Bantul juga menyalurkan bantuan peralatan olahraga senilai Rp524.104.000 untuk 41 cabang olahraga. Bantuan ini diberikan secara simbolis dengan bentuk peralatan yang menyesuaikan kebutuhan masing-masing cabang. “Harapannya, dukungan ini bisa memaksimalkan latihan dan meningkatkan prestasi atlet di masa mendatang,” tambah Nugroho.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyampaikan apresiasi atas perjuangan para atlet. Ia menekankan bahwa capaian prestasi tidak boleh berhenti pada PORDA 2025, melainkan harus menjadi motivasi untuk meraih target juara umum di ajang berikutnya. “Ditengah keterbatasan fiskal akibat efisiensi dari pemerintah pusat, kita tetap bisa meraih posisi bergengsi. Pemkab Bantul berkomitmen mencari cara-cara baru agar semangat atlet tidak surut,” tegasnya.
Data KONI DIY menunjukkan bahwa Bantul berhasil mengumpulkan lebih dari 200 medali pada PORDA XVII, dengan kontribusi terbesar dari cabang atletik, voli, dan pencak silat. Angka ini menempatkan Bantul sebagai salah satu daerah dengan konsistensi prestasi tinggi dalam lima tahun terakhir. Menurut catatan, sejak PORDA 2017 Bantul selalu masuk tiga besar perolehan medali.
Bupati Halim menambahkan bahwa strategi pembinaan atlet harus dimatangkan, tidak hanya bergantung pada anggaran. “Kemenangan bukan sekadar soal biaya, tetapi juga soal strategi dan kekompakan. Dengan dukungan peralatan dan bonus, kita berharap atlet Bantul semakin siap menghadapi kompetisi mendatang,” katanya.