Kejurkot Pencak Silat Pelajar Yogyakarta: Ajang Pembinaan Atlet Berkarakter
- Humas Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Semangat olahraga tradisional kembali bergema di Kota Yogyakarta. Sebanyak 379 pelajar dari tingkat SD, SMP, hingga SMK ambil bagian dalam Kejuaraan Kota (Kejurkot) Pencak Silat Antar Pelajar 2026 yang digelar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Yogyakarta di Gedung Bakti Wana Bhakti Yasa, Umbulharjo.
Kejuaraan ini resmi dibuka oleh Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kompetisi bukan hanya soal kemenangan, melainkan juga pembentukan karakter. “Menang dan kalah adalah bagian dari pertandingan. Namun sikap, mental, dan sportivitas yang kalian tunjukkan akan menjadi bekal berharga dalam hidup,” ujarnya.
Hasto menambahkan, pencak silat bukan sekadar olahraga, melainkan warisan budaya bangsa yang sarat nilai luhur. Disiplin, keberanian, pengendalian diri, serta rasa hormat kepada sesama menjadi prinsip yang melekat dalam setiap gerakan. “Pesilat diajarkan untuk kuat namun tetap rendah hati, berani tetapi tahu batas, serta mampu membela diri tanpa menyalahgunakan kemampuan,” imbuhnya. Ia berharap ajang ini melahirkan atlet berprestasi yang siap mengharumkan nama Yogyakarta di tingkat provinsi maupun nasional.
Ketua IPSI Kota Yogyakarta, Haris Wijaya Kusuma, menegaskan bahwa Kejurkot bukan hanya kompetisi, tetapi juga sarana seleksi dan pembinaan. “Kami memantau seluruh peserta, bukan hanya juara satu, dua, atau tiga. Atlet potensial akan kami panggil untuk mengikuti pemusatan latihan,” jelasnya. Haris optimistis Yogyakarta mampu mempertahankan tradisi juara umum di tingkat provinsi sebagaimana capaian tahun-tahun sebelumnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kejurkot 2026, Dadang Arif Dwi Saputra, menyebutkan bahwa kejuaraan ini merupakan ikhtiar berkelanjutan untuk menjaga prestasi pencak silat pelajar. “Dalam tiga tahun terakhir, pencak silat pelajar Yogyakarta beberapa kali menjadi juara umum. Melalui ajang ini, kami berharap prestasi tersebut dapat terus dipertahankan,” katanya.
Selain menjadi wadah kompetisi, Kejurkot juga menghadirkan suasana kebersamaan. Ratusan peserta tampak khidmat mengikuti doa bersama sebelum pertandingan dimulai, mencerminkan nilai spiritual yang turut mengiringi perjuangan mereka di arena.
Dengan semangat sportivitas dan pembinaan karakter, Kejurkot Pencak Silat Antar Pelajar 2026 diharapkan menjadi pijakan penting lahirnya generasi pesilat muda Yogyakarta yang tidak hanya tangguh di gelanggang, tetapi juga berintegritas dalam kehidupan sehari-hari.