SD Muhammadiyah Sapen Siapkan Lapangan Baru, Shima Putri Larasati Raih Best Player KU-12
- jogja.viva.co.id/Fuska Sani Evani
SLEMAN, VIVA Jogja - SD Muhammadiyah Sapen terus menunjukkan komitmennya dalam pembinaan sepak bola usia dini, khususnya bagi anak-anak putri. Pelatih tim, Didi Sutanto, menegaskan bahwa proses pembinaan dilakukan secara berkesinambungan agar setiap langkah perkembangan anak-anak dapat terukur dengan baik.
Sebagai bentuk dukungan nyata, sekolah berencana meluncurkan fasilitas baru pada Juli 2026 mendatang. HD Muhammadiyah Sapen Universal School yang berlokasi di depan UMJ Ring Road Gamping akan memiliki lapangan sendiri, khusus untuk tempat berlatih anak-anak sepak bola putri. “Insya Allah, dengan adanya fasilitas ini, pembinaan bisa lebih terarah dan berkelanjutan,” ujar Didi.
Dalam ajang terbaru, salah satu pemain SD Muhammadiyah Sapen, Shima Putri Larasati, tampil gemilang dan berhasil meraih predikat Best Player KU-12 MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 2 2025–2026. Shima mengaku sempat grogi saat menghadapi tim kuat SD Muhammadiyah Karangkosong, juara bertahan tahun lalu. Namun dukungan orang tua membuatnya kembali percaya diri.
“Saya awalnya grogi sekali, apalagi lawan kami adalah juara bertahan. Tapi orang tua saya bilang jangan takut, kamu pasti bisa. Saya berdoa, menenangkan diri, dan akhirnya bisa membawa kemenangan untuk sekolah. Rasanya senang sekali bisa membuat teman-teman bangga, terutama kakak kelas yang sudah tidak bisa ikut lagi,” ungkap Shima dengan mata berbinar.
Ia menambahkan bahwa penghargaan yang diraih bukan hanya untuk dirinya, melainkan untuk seluruh tim. “Best player ini bukan hanya karena saya, tapi karena kerja sama teman-teman. Kami saling mendukung di lapangan. Saya ingin terus berlatih supaya bisa lebih baik lagi dan suatu hari bisa main di level yang lebih tinggi,” katanya.
Tim KU-12 SD Muhammadiyah Sapen, yang mayoritas berisi siswa kelas 5 dan 6, tampil solid sepanjang turnamen. Saat ini, jumlah siswi yang mengikuti ekstrakurikuler sepak bola putri di sekolah tersebut mencapai 87 anak. Didi optimistis jumlah itu akan terus bertambah seiring prestasi yang diraih.
Menurutnya, setiap kesempatan selalu dimanfaatkan untuk mempromosikan nilai-nilai positif sepak bola kepada para siswa, termasuk melalui pelajaran PJOK. “Ini peluang emas untuk mengembangkan sepak bola usia dini. Dengan dukungan dari MilkLife Foundation dan Bakti Olahraga Djarum Foundation, kami yakin pembinaan anak-anak bisa semakin maju,” tutupnya.