Antisipasi Kebocoran Tiket, Panpel PSIM Distribusikan Lewat Wadah Suporter
- Istimewa
BANTUL, VIVA Jogja - Derby Mataram antara PSIM Jogja melawan Persis Solo akan digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat 6 Februari 2026. Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM Jogja menyiapkan skema khusus pendistribusian tiket demi memastikan keamanan pertandingan yang diprediksi menyedot ribuan penonton. Ketua Panpel PSIM Jogja, Wendy Umar Seno Aji, menjelaskan bahwa proses perizinan masih terus berjalan dengan sejumlah syarat tambahan dari pihak terkait. Langkah ini dilakukan untuk menjamin keamanan, mengingat pada laga sebelumnya sempat ditemukan banyak suporter tim tamu di sekitar Stadion Sultan Agung.
Wendy menuturkan bahwa kuota tiket yang disetujui untuk laga PSIM kontra Persis mencapai 9.000 lembar. Dari jumlah tersebut, 8.500 dialokasikan untuk tribun terbuka, sementara 500 tiket untuk tribun tertutup yang mencakup kebutuhan pemain, ofisial tim, sponsor, serta tamu undangan. Ia menambahkan bahwa rekomendasi jumlah penonton baru keluar setelah dirinya melakukan presentasi terkait rencana pengamanan pertandingan.
Untuk meminimalkan kebocoran tiket ke suporter tim tamu, Panpel menerapkan kebijakan khusus dengan memaksimalkan penjualan melalui dua wadah suporter resmi PSIM Jogja. Skema ini sebelumnya juga diterapkan saat PSIM menjamu Persebaya pada 25 Januari 2026. Wendy menegaskan bahwa sistem penjualan lewat wadah suporter lebih terfilter sehingga lebih aman. Meski begitu, penjualan tiket secara daring tetap disiapkan secara situasional. Jika kuota presale melalui wadah suporter tidak habis, tiket akan dikembalikan ke kanal digital. Namun jika kuota habis, penjualan daring hanya tersedia untuk kelas VIP melalui aplikasi Brimo pada H-1 pertandingan.
Wendy juga memastikan bahwa tribun pada Gate 9 dan Gate 10 sudah terakomodasi melalui koordinasi dengan wadah suporter. Penonton di sisi timur dan utara stadion kini telah dipastikan statusnya untuk laga derbi tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh persiapan ini dilakukan agar pertandingan berjalan aman dan tertib.
Melalui kebijakan ini, Panpel berharap Derby Mataram dapat menjadi bukti kelayakan PSIM dalam menyelenggarakan laga besar. Dukungan seluruh elemen pendukung sangat dibutuhkan agar PSIM tetap mendapatkan kuota penonton penuh pada pertandingan-pertandingan berikutnya. Wendy menutup dengan penegasan bahwa jaminan keamanan sangat penting bagi Panpel dan manajemen PSIM, dan semua ini tidak mungkin terwujud tanpa dukungan pihak terkait serta pecinta sepak bola pendukung PSIM.