Franca Gagal Penalti, Persijap Tumbang di Menit Akhir

Fikron Afriyanto Pemain Persijap jersey Putih Saat Berebut Bola Alexis Messidoro Pemain Dewa United Banten
Sumber :
  • Vivajogja Persijap Jepara/ist

BANTEN, VivaJogja – Dewa United mengamankan kemenangan 1-0 atas Persijap Jepara pada pekan ke-30 BRI Super League di Banten International Stadium (BIS), Rabu (29/4/2026) malam. Laga berintensitas tinggi ini ditentukan oleh satu momen krusial: kegagalan penalti Carlos Franca di detik akhir.

img_title Peran Sekolah Sangat Besar, Pelestarian Seni Ukir Jepara Harus Dimulai Sejak Usia Dini

Sejak awal pertandingan berjalan terbuka. Persijap sempat mengancam melalui Borja Herrera, sementara Dewa United membalas lewat peluang Egy Maulana Vikri dan Johnathan Pereira. Namun, performa kiper Sendri Johansyah membuat skor tetap 0-0 hingga turun minum.

Petaka bagi Persijap terjadi di babak kedua. Wasit menunjuk titik putih setelah Wahyudi Hamisi dinilai melakukan handball saat menghalau tembakan. Alex Martins menjalankan tugas dengan tenang dan membawa Dewa United unggul 1-0.

img_title Pabrik Garmen Legendaris di Jepara Tutup, 670 Karyawan Kehilangan Pekerjaan

Persijap mencoba merespons. Peluang emas Iker Goarrotxena pada menit ke-78 digagalkan secara gemilang oleh kiper Sonny Stevens yang tampil disiplin sepanjang laga.

Drama puncak terjadi di masa injury time. Persijap mendapat penalti pada menit 90+8—kesempatan terakhir untuk menyelamatkan poin. Carlos Franca maju sebagai eksekutor, namun tembakannya ditepis Stevens. Bola rebound kembali disambar Franca, tetapi lagi-lagi digagalkan. Dua peluang dalam satu momen terbuang, skor tetap 1-0.

img_title Progres Hampir 50 Persen, Bupati Jepara Pastikan Jalan Perbatasan Jepara-Demak Tepat Waktu

Kekalahan ini membuat Persijap tertahan di peringkat ke-13 dengan 31 poin dan belum keluar dari ancaman degradasi. Sebaliknya, Dewa United naik ke posisi ketujuh dengan 47 poin, memperkuat posisi di papan tengah.

Efisiensi menjadi pembeda. Dewa United memaksimalkan satu peluang krusial, sementara Persijap gagal mengonversi momentum penentu sebuah detail kecil dengan konsekuensi besar di fase akhir musim.