Persijap Jepara Sebagai Tim Underdog yang Menentukan Kandidat Juara Musim Ini
- Vivajogja
VIVAJogja – JEPARA, Persaingan juara BRI Super League 2025/26 dipastikan berlangsung hingga pekan terakhir.
Persib Bandung kini harus benar-benar waspada karena nasib trofi musim ini bisa ditentukan saat menghadapi Persijap Jepara pada matchday ke-34 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (BGLA).
Hasil imbang tanpa gol yang diraih Persijap Jepara saat menjamu Borneo FC Samarinda menjadi bukti bahwa Laskar Kalinyamat bukan lawan yang mudah ditaklukkan.
Tim asal Jepara Besutan Mario Lemos itu mampu meredam agresivitas salah satu kandidat juara dan memaksa pertandingan berakhir tanpa gol.
Meski berstatus sebagai tim promosi dan menjadi satu-satunya wakil Provinsi Jawa Tengah di BRI Super League musim ini, Persijap justru tampil mengejutkan (21/05).
Pasukan Laskar Kalinyamat perlahan berkembang menjadi tim underdog yang cukup disegani.
Dalam beberapa pekan terakhir, performa mereka terus meningkat dan mulai merepotkan tim-tim papan atas.
Mental bertanding Persijap juga patut mendapat perhatian. Bermodalkan kerja keras, disiplin permainan, dan dukungan penuh publik Jepara, mereka mampu tampil percaya diri menghadapi klub-klub dengan materi pemain yang lebih mewah, hingga mampu bertahan dengan perolehan 35 poin dan berada di peringkat ke-13.
“Kami tahu pertandingan ini sangat penting bagi perebutan gelar juara. Tapi fokus kami tetap sama, yaitu bermain dengan disiplin, menunjukkan karakter tim, dan memberikan perlawanan terbaik.
Persijap datang tanpa tekanan, namun dengan motivasi besar untuk menutup akhir musim dengan hasil positif,” ujar Mario Lemos.
Situasi inilah yang membuat Persijap mulai dikenal sebagai “penentu” persaingan papan atas musim ini. Solidnya lini pertahanan menjadi salah satu kekuatan utama Persijap.
Saat menghadapi Borneo FC, organisasi permainan mereka berjalan sangat rapi. Tekanan bertubi-tubi dari tim tamu mampu dipatahkan dengan disiplin tinggi, ditambah penampilan gemilang Muhammad Ardiansyah di bawah mistar.
Di sisi lain, Persijap juga memiliki ancaman berbahaya melalui skema serangan balik cepat. Kehadiran Carlos Franca dan Sudi Abdallah memberi warna berbeda dalam permainan menyerang Laskar Kalinyamat. Kedua pemain itu kerap menjadi pembeda ketika tim berada dalam tekanan.