Milatul Khaqimah, Dari Meja Operasi ke Podium Utama Bukit Hijau

Milatul Khaqimah
Sumber :
  • jogja.viva.co.id/ Fuska Sani Evani

VIVA Jogja - Bukit Hijau Bike Park di Bantul, Yogyakarta, menjadi saksi kebangkitan seorang atlet downhill putri yang namanya kian bersinar di kancah nasional. Milatul Khaqimah, yang baru saja menjalani operasi pada Januari lalu, tampil luar biasa dengan meraih juara di seri pertama 76 Indonesian Downhill 2026. Catatan waktu 3 menit 6 detik yang ia torehkan bukan hanya angka di papan skor, melainkan simbol dari perjalanan panjang pemulihan dan tekad yang tak tergoyahkan.

img_title Bukit Klangon, Balkon Rahasia Merapi yang Bikin Wisatawan Ketagihan Berburu Sunrise dan Adrenalin

Milatul mengaku kemenangan ini terasa istimewa karena merupakan penampilan perdananya setelah masa rehabilitasi. “Saya sangat senang dan bahagia. Januari kemarin saya operasi, dan ini pertama kali saya berlomba lagi. Alhamdulillah bisa jadi yang terbaik,” ujarnya dengan senyum lega. Lintasan Bukit Hijau yang dikenal teknikal dan menantang, menurutnya, kali ini cukup berbeda dibanding seri-seri sebelumnya. Kondisi jalur yang rusak membuatnya memilih menggunakan sepeda dengan double crown demi keamanan. Keputusan itu terbukti tepat, karena ia mampu menjaga stabilitas di medan sulit dan tetap tampil maksimal.

Kemenangan di seri perdana ini menjadi modal penting bagi Milatul untuk menatap seri-seri berikutnya. Ia menegaskan harapannya agar bisa menjaga konsistensi. “Semoga bisa tetap jadi juara,” katanya. Ia juga memberi masukan kepada penyelenggara agar memperhatikan kondisi start, yang menurutnya perlu ditata lebih baik demi kenyamanan dan keselamatan para peserta. Di balik pencapaiannya, Milatul tak lupa menyampaikan pesan motivasi bagi para pebalap pemula. “Semoga tetap semangat dan latihan terus supaya bisa jadi lebih baik,” ucapnya. Baginya, semangat dan disiplin adalah kunci untuk bertahan di olahraga ekstrem yang penuh risiko ini.

img_title Andy Prayoga: Cedera yang Memicu Hasrat Menuju Podium Elit Downhill

Perjalanan Milatul di dunia downhill terbilang singkat namun penuh pencapaian. Sejak terjun pada 2022, ia sudah mengoleksi sejumlah gelar juara, termasuk Juara 1 IDH Malang. Ketertarikannya pada downhill muncul karena tantangan yang ditawarkan. “Saya suka karena ada obstacle jumping, rock garden, dan brake yang menantang,” tuturnya. Baginya, setiap lintasan adalah cerita baru yang menuntut keberanian sekaligus kecerdikan dalam membaca medan. Setelah operasi, ia mulai kembali berlatih sejak pertengahan Januari dengan persiapan intensif lebih dari satu bulan. Latihan fisik dan mental yang konsisten membuatnya siap kembali ke arena, meski rasa khawatir akan cedera masih membayangi.

Halaman Selanjutnya
img_title