BI Tegal Selamatkan Uang Rusak Korban Rob di Batang, Nilainya Tembus Rp 1,51 Milliar

Bank Indonesia Tegal Melakukan Proses Penukaran Uang Rusak Terendam Banjir Rob
Sumber :
  • Viva Jogja

TEGAL, VIVA Jogja – Banjir rob yang kerap melanda kawasan pesisir Kabupaten Batang tak hanya merusak rumah dan perabotan warga, tetapi juga mengakibatkan uang tunai yang disimpan di rumah ikut rusak.

img_title BI Tegal Kolaborasi Festival Bubur Suro, Kirab 5.000 Tangkir Bubur Jadi Magnet Ribuan Pengunjung

Salah satu warga bahkan harus menukarkan uang bernilai miliaran rupiah setelah terdampak genangan air laut.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal mengganti uang rupiah rusak milik Ida Murlija, warga Kabupaten Batang, senilai Rp1,51 miliar.

img_title 140 Pelajar IPNU-IPPNU Tegal Dirikan Barisan Cinta Rupiah bareng Bank Indonesia

Uang tersebut mengalami kerusakan setelah rumahnya terendam banjir rob.

Sebelumnya, Ida mengajukan penukaran uang melalui aplikasi PINTAR yang disediakan Bank Indonesia.

img_title Tingkatkan Literasi, Bank Indonesia Tegal Bedah Buku Stoisisme Filosofi Teras

Total uang yang didaftarkan mencapai sekitar Rp1,54 miliar.

Seluruh uang kemudian diperiksa satu per satu oleh petugas Bank Indonesia untuk memastikan keaslian sekaligus menentukan nominal yang dapat diganti sesuai ketentuan.

Hasil penelitian menunjukkan uang yang memenuhi persyaratan mencapai Rp1,51 miliar dan selanjutnya diganti dengan uang rupiah layak edar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala, mengatakan layanan penukaran uang rupiah rusak merupakan salah satu pelayanan rutin Bank Indonesia kepada masyarakat.

Layanan tersebut tersedia setiap Selasa dan Kamis dengan pendaftaran melalui aplikasi PINTAR.

Menurut Bimala, tidak semua uang rusak dapat memperoleh penggantian.

Bank Indonesia hanya mengganti uang rupiah asli yang masih memenuhi syarat, yakni kondisi fisik uang masih tersisa lebih dari dua pertiga ukuran aslinya, ciri keaslian masih dapat dikenali, serta uang masih merupakan satu kesatuan atau dapat dibuktikan berasal dari satu lembar yang sama.

“Seluruh proses penelitian dilakukan secara teliti agar penggantian yang diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Kasus yang dialami warga Batang tersebut menjadi salah satu contoh dampak ekonomi yang ditimbulkan banjir rob.

Selain mengganggu aktivitas masyarakat dan merusak bangunan, bencana juga berpotensi menyebabkan kerugian akibat rusaknya uang tunai maupun dokumen berharga yang disimpan di rumah.

Karena itu, Bank Indonesia mengimbau masyarakat agar menyimpan uang dan dokumen penting di tempat yang aman untuk mengurangi risiko kerusakan akibat banjir, kebakaran, maupun bencana lainnya.

BI juga mendorong masyarakat memanfaatkan layanan perbankan sebagai tempat penyimpanan dana yang lebih aman.

Halaman Selanjutnya
img_title