Rizal Bawazier Tekankan Nilai Perjuangan Ulama di Haul Bawang
- Viva Jogja
BATANG, VIVA Jogja –Ribuan jemaah dari berbagai daerah memadati Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, untuk mengikuti Haul Bawang.
Haul Bawang merupakan sebuah tradisi tahunan mengenang As Syahid Al Habib Idrus bin Husein Shahab serta para masyayikh Bawang.
Acara ini digelar usai pelaksanaan Haul Wonobodro dan menjadi agenda keagamaan rutin masyarakat setempat.
Sejak pagi, rangkaian kegiatan berlangsung khidmat di kompleks pemakaman hingga Masjid Besar Baitul Muttaqin Bawang.
Jemaah mengikuti pembacaan Maulid, Dalailul Khairat, Yasin, tahlil, serta sejarah perjuangan tokoh ulama.
Suasana penuh doa dan silaturahmi ini berlanjut hingga menjelang salat Zuhur.
Kehadiran Tokoh dan UlamaAnggota DPR RI Rizal Bawazier kembali hadir, melanjutkan keikutsertaannya selama empat tahun terakhir.
Ia menegaskan bahwa haul bukan sekadar penghormatan, melainkan juga pengingat sejarah perjuangan ulama melawan penjajahan.
Rizal tampak berjalan bersama Habib Idrus bin Alwy AlBahr dari Pekalongan serta sejumlah ulama lainnya.
“Banyak pelajaran yang bisa diambil, mulai dari dakwah Islam hingga peran ulama di masa kolonial. Semoga tradisi ini terus ada dan memberi manfaat,” ujarnya.
Sebagai tuan rumah, Gus Nafi, pengasuh Pondok Pesantren Al Khafifiyah, memimpin jalannya acara.
Ia menuturkan bahwa haul menjadi momentum memperkuat ikatan masyarakat dengan sejarah daerah sekaligus mengenang jasa para ulama.
Rombongan tamu dari Pekalongan terlebih dahulu berkumpul di pondok pesantren sebelum bersama-sama menuju kompleks makam.
“Setelah Haul Wonobodro, dilanjutkan Haul Bawang dengan tamu dari berbagai daerah. Tradisi ini menjaga kebersamaan lintas generasi,” jelasnya.
Panitia menyiapkan konsumsi bagi sekitar seribu hingga seribu lima ratus peserta, mencerminkan besarnya antusiasme masyarakat.
Jemaah datang dari Batang, Pekalongan, hingga luar daerah, membawa doa sekaligus mempererat silaturahmi.
Haul Bawang juga menjadi sarana memperkuat hubungan masyarakat Bawang dengan para habaib Pekalongan yang telah terjalin sejak lama.
Nilai Kebersamaan dan HarapanSelain bernuansa religius, haul memperkuat nilai kebersamaan.
Warga bergotong royong menyiapkan kebutuhan acara, menciptakan suasana tertib dan khidmat.
Gus Nafi berharap tradisi ini terus berkembang agar generasi muda semakin mengenal sejarah perjuangan ulama setempat.