Mahasiswa UIN Gus Dur Dorong Eco-Masjid, Marbot Terlindungi BPJS Lewat Bank Sampah
- Viva Jogja
PEKALONGAN, VIVA Jogja – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan tahun 2026 tampil dengan terobosan baru.
Tidak hanya memastikan 1.800 mahasiswa peserta KKN terlindungi BPJS Ketenagakerjaan, kampus juga menggerakkan mereka membantu marbot masjid dan pekerja rentan memperoleh jaminan sosial melalui pengelolaan bank sampah berbasis masjid
.Program ini diperkenalkan dalam Pembekalan KKN PPL Terintegrasi, KKN Reguler Angkatan 65, dan KKN Kolaborasi PTKIN di Student Center UIN Gus Dur Pekalongan, Senin (6/7/2026).
Dengan tema “Gerakan Eco-Masjid melalui Sedekah Sampah”, mahasiswa diarahkan tidak sekadar mengabdi, tetapi juga mengembangkan ekonomi sirkular yang berangkat dari rumah ibadah.
Ketua LP2M UIN Gus Dur, Prof. Dr. H. Moh. Sugeng Solehuddin, M.Ag, menegaskan KKN kali ini dirancang untuk menghadirkan perubahan nyata.
“KKN bukan hanya kewajiban akademik, tetapi wujud nyata kampus hadir di tengah masyarakat. Melalui Eco-Masjid, jamaah diajak bersedekah sampah anorganik bernilai ekonomi.
Hasilnya mendukung operasional masjid sekaligus perlindungan sosial bagi marbot,” ujarnya.
Dana hasil bank sampah tidak berhenti pada kemakmuran masjid.
Bersama BPJS Ketenagakerjaan, sebagian dialokasikan untuk membayar iuran perlindungan sosial marbot dan pekerja rentan.
Seluruh aktivitas tercatat transparan lewat aplikasi Sadaqah Eco Masjid (SEM).
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan, Widhi Astri Aprillia Nia, menambahkan, seluruh mahasiswa KKN juga wajib terlindungi.
“Sebanyak 1.800 mahasiswa UIN Gus Dur sudah terdaftar BPJS Ketenagakerjaan. Perlindungan ini penting karena risiko kecelakaan kerja bisa terjadi kapan saja,” jelasnya.
Mahasiswa membayar iuran mandiri melalui Program Bukan Penerima Upah (BPU) dengan tarif khusus sekitar Rp16.800 untuk dua bulan, berkat diskon 50 persen.
Perlindungan mencakup jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.
Selain itu, mahasiswa mendapat pembekalan komunikasi dan edukasi sosial agar mampu menyampaikan pentingnya perlindungan BPJS kepada masyarakat.
Widhi menilai konsep ini unik karena menggabungkan pemberdayaan ekonomi masjid dengan perlindungan sosial pekerja.
“Hasil bank sampah bukan hanya menambah kas masjid, tetapi juga membiayai iuran BPJS marbot. Perlindungan bisa diperluas ke pekerja rentan sehingga masyarakat berdaya sekaligus aman,” katanya.