Kolaborasi BI Tegal dan MES Hidupkan Ekonomi Syariah Lewat Festival Bubur Suro Pekalongan

Syafaat Festival Bubur Suro 2026 Pekalongan Resmi Dibuka
Sumber :
  • Viva Jogja

PEKALONGAN, VIVA Jogja –Festival Bubur Suro di Kelurahan Krapyak, Kota Pekalongan, tahun ini tampil berbeda.

img_title BI Tegal Kolaborasi Festival Bubur Suro, Kirab 5.000 Tangkir Bubur Jadi Magnet Ribuan Pengunjung

Memasuki penyelenggaraan ketujuh, tradisi menyambut Tahun Baru Islam itu dikolaborasikan dengan Syafaat Festival Ekonomi Syariah Tegal 2026, menjadikannya ruang baru bagi pengembangan UMKM, literasi keuangan, dan ekonomi syariah berbasis budaya lokal.

Acara bertajuk Syafaat Festival Bubur Suro 2026 resmi dibuka Wakil Wali Kota Pekalongan, Balqis Diab, di Lapangan Krapyak, Jumat malam (10/7).

img_title Cakupan JKN Lampaui 99 Persen, BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan genjot Keaktifan Peserta

Kolaborasi ini melibatkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Pekalongan, Pemerintah Kota Pekalongan, serta panitia lokal Festival Bubur Suro.

Bazar UMKM dan Literasi KeuanganSebanyak 76 stan UMKM meramaikan bazar, dengan 50 di antaranya merupakan binaan Bank Indonesia Tegal.

img_title Wali Kota Pekalongan Targetkan Seluruh Takmir dan Marbot Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Sisanya diisi pelaku usaha warga Krapyak dan sekitarnya.

Wakil Wali Kota Pekalongan Balqis mengatakan, festival kali ini lebih luas cakupannya dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Tidak hanya menjaga tradisi Bubur Suro, tetapi juga mendorong masyarakat agar lebih melek digital dan memahami literasi keuangan,” ujarnya.

Ia menilai, Festival Bubur Suro berpotensi berkembang menjadi agenda besar yang memperkuat identitas budaya Krapyak, yang selama ini dikenal lewat tradisi Lopis Raksasa dan kain tenun.

Pemerintah Kota Pekalongan, kata Balqis, siap mendukung agar festival ini kelak menjadi event berskala nasional.

Sinergi Ekonomi Syariah Deputi Kepala Perwakilan BI Tegal, Seno Indarso, menyebut sinergi Syafaat dan Festival Bubur Suro sebagai langkah memperkuat ekosistem ekonomi syariah daerah.

Dengan tema “Sinergi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Masyarakat Regional Berkelanjutan melalui MES dan Transformasi Digital”, kegiatan ini diharapkan membuka peluang pertumbuhan ekonomi regional melalui bazar UMKM, promosi produk lokal, edukasi keuangan, dan transaksi digital.

"Festival budaya bisa menjadi ruang efektif mempertemukan pelaku UMKM, masyarakat, komunitas, dan pemerintah,” kata Seno.

Ia menambahkan, Pekalongan memiliki modal kuat untuk mengembangkan ekonomi syariah, termasuk potensi sebagai kota wakaf dan destinasi wisata ramah muslim.

Identitas Budaya dan PemberdayaanKetua MES Kota Pekalongan, Andi Arslan Djunaid, menilai Festival Bubur Suro layak dikemas lebih kuat agar dikenal secara nasional.

Halaman Selanjutnya
img_title