Tak Salah Rute, Umroh Transit China dari Kafa Tour Batang Justru Jadi Daya Tarik Baru
- ist
BATANG, VIVA Jogja – Siapa bilang perjalanan umroh harus selalu langsung menuju Arab Saudi? Kini, ada pengalaman berbeda yang mulai diminati masyarakat. Sebelum menginjakkan kaki di Tanah Suci, jemaah justru diajak singgah lebih dulu di China.
Konsep umroh transit China itu kembali diberangkatkan oleh Kafa Tour Indonesia pada Sabtu 11 Juli 2026. Sebanyak 38 jemaah dijadwalkan memulai perjalanan selama 13 hari melalui rute Jakarta–Haikou–Jeddah sebelum melaksanakan ibadah di Madinah dan Makkah.
"Saya malam nanti berangkat pukul 23.00. Besok terbang ke China, transit sekitar dua jam, lalu lanjut ke Makkah dan Madinah. Jumlah jemaahnya 38 orang," kata Owner Kafa Tour Indonesia, Nafi ul Athfal, atau akrab disapa Gus Nafi.
Program ini merupakan kolaborasi antara PT Kafa Tour Indonesia dan PT Berkah Wisata Insani Bilal Tour. Kantor Kafa Tour Indonesia berada di Jalan Raden Patah Nomor 45, Kauman, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.
Mayoritas peserta berasal dari Kecamatan Bawang dan wilayah sekitarnya. Namun, rombongan juga diikuti jemaah dari berbagai daerah dengan rentang usia yang beragam.
Yang membuat paket ini menarik bukan hanya tujuan akhirnya. Rute perjalanan justru menjadi nilai tambah karena memberikan pengalaman baru sebelum menjalankan ibadah.
Setelah berangkat dari Jakarta, rombongan akan transit di Haikou, China. Dari sana, penerbangan dilanjutkan menuju Jeddah, Arab Saudi.
Selama berada di Tanah Suci, jemaah menjalani rangkaian ibadah seperti biasa. Mereka dijadwalkan berziarah di Madinah selama empat hari sebelum melanjutkan ibadah umroh di Makkah.
Kejutan berikutnya hadir setelah seluruh rangkaian ibadah selesai. Rombongan tidak langsung pulang ke Indonesia, tetapi kembali transit di Haikou untuk mengikuti city tour selama satu hari.
"Kami mengajak jemaah mengunjungi beberapa destinasi wisata di Haikou, termasuk masjid dan sejumlah tempat ikonik," ujar Gus Nafi.
Menurutnya, konsep ini masih tergolong baru di Indonesia. Namun, respons masyarakat mulai menunjukkan tren yang positif.
China dipilih karena memiliki fasilitas transit yang dinilai nyaman. Selain koneksi penerbangan yang baik, layanan maskapai juga menjadi salah satu pertimbangan.