BI Tegal Kolaborasi Festival Bubur Suro, Kirab 5.000 Tangkir Bubur Jadi Magnet Ribuan Pengunjung
- Viva Jogja
PEKALONGAN, VIVA Jogja –Ribuan warga tumpah ruah di Kelurahan Krapyak, Kota Pekalongan, untuk menyaksikan puncak Syafaat Festival Bubur Suro 2026, Minggu (12/7/2026) malam.
Tradisi tahunan ini ditandai dengan kirab 5.000 porsi Bubur Suro yang diarak dari Balai Kelurahan menuju panggung utama sejauh 200 meter, sebelum dibagikan kepada masyarakat.
Sejak petang, warga sudah memenuhi jalur kirab.
Belasan peserta membawa gunungan Bubur Suro dengan iringan musik tradisional dan doa bersama, menciptakan suasana sakral sekaligus meriah.
Prosesi kirab disambut seremoni resmi yang dihadiri Wali Kota Pekalongan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal, jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, serta pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).
Ribuan tangkir Bubur Suro kemudian dibagikan kepada pengunjung yang memadati area festival.
Kepala Perwakilan BI Tegal, Bimala, menegaskan Syafaat Festival menjadi bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta.
Tahun ini, BI Tegal berkolaborasi dengan MES Kota Pekalongan melalui Festival Bubur Suro karena dinilai mampu mengangkat kekuatan budaya lokal.
“Festival Bubur Suro ini sangat ramai dan sangat lokal. Potensi seperti ini yang ingin kami dorong agar masyarakat merasa memiliki dan budaya daerah semakin dikenal,” ujarnya.
Selain menghadirkan tradisi, kolaborasi juga memperkuat pengembangan ekonomi syariah lewat bazar UMKM, edukasi transaksi digital, lomba, hingga penggalangan wakaf produktif.
Hingga penutupan, dana wakaf yang terkumpul mencapai Rp68 juta, meningkat dari tahun sebelumnya.
Dana tersebut akan digunakan untuk program pembibitan varietas biosalin di kawasan pesisir Pekalongan.
Wali Kota Pekalongan menambahkan, festival yang awalnya sederhana kini berkembang menjadi agenda budaya besar dengan ribuan pengunjung, termasuk dari luar daerah.
Tahun ini, sekitar 70 stan UMKM ikut meramaikan festival, memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
“Festival Bubur Suro bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi wujud menjaga tradisi yang diwariskan masyarakat Krapyak.
Ke depan, kami akan mendorong agar festival ini diusulkan sebagai Warisan Budaya Takbenda,” tegasnya.
Kirab 5.000 tangkir Bubur Suro pun menjadi penutup meriah Syafaat Festival 2026.
Ribuan porsi bubur ludes dibagikan dalam waktu singkat, meninggalkan kesan hangat kebersamaan dan semangat pelestarian budaya.