Pengurus Baru APPSI Batang Dikukuhkan, Wabup Minta Pedagang Jaga Harga Pangan Sesuai HET

Pengukuhan pengurus DPD APPSI Kabupaten Batang
Sumber :
  • Viva Jogja

BATANG, VIVA Jogja –Pemerintah Kabupaten Batang meminta pengurus baru Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (DPD APPSI) Kabupaten Batang berperan aktif menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memastikan ketersediaan pangan di pasar tradisional.

img_title Hidupkan Lagi “Emas” Kopi Tombo Batang, 5.400 Bibit Arabika Disalurkan ke Petani

Harapan tersebut disampaikan Wakil Bupati Batang Suyono saat menghadiri pengukuhan pengurus DPD APPSI Kabupaten Batang di Cepokokuning, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, APPSI memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam memantau pergerakan harga bahan pangan di pasar agar tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

img_title BP Tapera Toreh Sejarah, Akad Massal 62.710 KPR Subsidi Dipimpin Presiden Prabowo di Batang

Ia menegaskan, kepengurusan APPSI diharapkan segera membangun koordinasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) untuk menyosialisasikan ketentuan HET kepada seluruh pedagang.

“Kolaborasi dengan Disperindagkop harus segera dilakukan agar pedagang memahami harga sesuai HET.

img_title Prabowo Pimpin Akad Massal 62.000 KPR Subsidi di Batang, Siapkan Percepatan Program Rumah Rakyat

Kalau pemerintah menetapkan harga telur Rp26 ribu, maka jangan sampai dijual melebihi ketentuan tersebut,” kata Suyono.

Selain menjaga stabilitas harga, ia menilai APPSI juga memiliki tanggung jawab menciptakan keseimbangan antara keuntungan pedagang dan daya beli masyarakat sehingga aktivitas ekonomi pasar tetap berjalan sehat.

Ketua DPD APPSI Kabupaten Batang, Harliadre Iqbal Nugroho, menyatakan kepengurusan baru siap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memperkuat sektor perdagangan sekaligus mendukung penataan kawasan pasar dan ruang publik.

Ia menegaskan APPSI ingin menghadirkan solusi bagi pedagang tanpa mengabaikan estetika kota.

Menurutnya, keberadaan lapak di trotoar atau emperan bukanlah kondisi yang diinginkan sehingga perlu penataan bersama pemerintah.

“Kami ingin mencari solusi bersama dinas terkait agar pedagang memiliki tempat usaha yang layak. Penataan yang baik juga penting untuk menjaga keindahan kota,” ujarnya.

Harliadre menambahkan APPSI akan memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pelaku UMKM, agar persoalan yang dihadapi pedagang dapat diselesaikan melalui pendekatan bersama.

Sementara itu, pemerhati pelaku usaha Lutfiyati Muflichah mengapresiasi terbentuknya kepengurusan baru APPSI Batang.

Ia berharap organisasi tersebut mampu menjadi pendamping sekaligus penggerak bagi pedagang pasar agar kesejahteraan anggotanya terus meningkat.

“Pedagang merupakan garda terdepan perekonomian daerah. Karena itu APPSI perlu hadir untuk mendampingi dan memperjuangkan kesejahteraan anggotanya,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title