PKB Soroti Jalan Rusak dan Nasib Guru Madin dalam Paripurna DPRD Demak

Juru Bicara Fraksi PKB DPRD Demak Muh Syafii
Sumber :
  • ist

DEMAK, VIVA Jogja — Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Demak menyoroti pemerataan pembangunan infrastruktur. Fraksi juga meminta kesejahteraan guru Madrasah Diniyah dan ustaz Taman Pendidikan Al-Qur'an mendapat perhatian lebih.

img_title Lomba Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Wabup Demak Menang Pimpin Tim Bola Sarung

Sorotan itu disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-20 Masa Sidang II DPRD Demak. Agenda rapat membahas jawaban bupati atas pandangan umum fraksi terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025.

Juru Bicara Fraksi PKB, Muh Syafi'i, menegaskan pemerintah perlu memperkuat dukungan kepada pendidik keagamaan. 

img_title Hadapi Kekeringan, Bupati Demak : Resiko Kemarau Harus Kita Hadapi Bersama

"Guru Madin, guru TPQ, dan guru honorer menjadi benteng utama pembentukan karakter generasi muda di Demak," ujarnya dalam rapat paripurna, Senin 13 Juli 2026. 

Fraksi PKB menilai perhatian terhadap sektor pendidikan keagamaan harus berjalan seiring pembangunan infrastruktur. Perbaikan jalan kabupaten dan penanganan banjir rob di kawasan pesisir juga dinilai mendesak.

img_title Demak Expo 2026 Kembali Digelar: Ada Pameran UMKM, Vaksin Hewan Hingga Servis Motor Gratis

Menurut PKB, pembangunan yang merata akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sementara dukungan kepada pendidik keagamaan dinilai penting untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia.

Menanggapi pandangan tersebut, Bupati Demak Eisti'anah menyatakan pemerintah tetap berkomitmen meningkatkan dukungan kepada lembaga pendidikan keagamaan. Komitmen itu diwujudkan melalui pengalokasian dana hibah secara bertahap.

"Pemerintah Kabupaten Demak telah mengalokasikan anggaran melalui dana hibah untuk mendukung kesejahteraan guru TPQ, guru Madin, serta pondok pesantren. Kita menyesuaikan regulasi-regulasi yang kami harapkan bisa tepat sasaran bagi para pendidik," kata Eisti'anah.

Pemkab Demak juga terus menyempurnakan regulasi teknis penyaluran hibah. Langkah itu dilakukan agar bantuan diterima lembaga dan penerima yang memenuhi ketentuan.

Penyaluran hibah dikoordinasikan melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Sasaran bantuan meliputi pondok pesantren, Madrasah Diniyah, dan TPQ di berbagai wilayah Kabupaten Demak.

Selain sektor pendidikan keagamaan, pemerintah memastikan pembangunan fisik tetap menjadi prioritas. Program tersebut mencakup peningkatan jalan kabupaten dan penataan kawasan perkotaan.

Pemkab juga melanjutkan penanganan abrasi serta banjir rob yang masih mengancam wilayah pesisir Demak. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.

"Pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan yang menjadi kewenangan kabupaten serta penanganan wilayah terdampak abrasi dan rob terus kita laksanakan secara bertahap," tambah Eisti'anah.

Halaman Selanjutnya
img_title