Padi Ketan Bikin Jatuh Cinta Petani Undaan Kudus, Ternyata Faktor Ini Pemicunya
- ist
KUDUS, VIVAJogja- Hasil panen yang lebih banyak serta harga jual yang lebih tinggi, menjadi alasan kalangan petani di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus memilih menanam padi ketan dibandingkan varietas lainnya.
Tak heran dengan kondisi itu, mayoritas petani di wilayah selatan Kabupaten Kudus ini membudidayakan beras ketan. Tercatat 80 persen petani setempat lebih senang menanam padi ketan di lahan mereka.
“Tren penanaman padi ketan di wilayah Undaan dimulai sejak tahun 2017. Kala itu, harga jual gabah kering panen (GKP) ketan mencapai 10 ribu Rupiah per kilogram, sedangkan harga GKP padi biasa hanya 6.100 Rupiah per kilogram,” ujar Darwoto, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Undaan Tengah.
Selisih harga yang mencapai Rp 4000 itu, membuat petani lebih memilih menanam ketan. Saat ini, petani memanfaatkan masa tanam (MT) I dan MT II dengan menanam padi ketan.
Hasil panen padi ketan petani Undaan Kudus lebih menjanjikan
- -
“Selanjutnya pada MT III, petani Undaan menanam kacang hijau," ucap Darwoto yang ditemui di lahan sawah Desa Undaan Tengah, Rabu (26/2/2025).
Darwoto menyebut, selama ini padi ketan harga jualnya lebih tinggi dan hasil panennya pun lebih banyak dibandingkan padi biasa. Padi ketan bisa menghasilkan panen antara 8 hingga 9,5 ton per hectare. Namun panen padi jenis lain hanya 7 ton per hektare.