Diduga Hasil Hubungan Gelap, Bayi Tak Berdosa di Jepara Dibuang Orang Tuanya
- arif
JEPARA, VIVAJogja- Kasus pembuangan bayi di wilayah Pantura Timur seperti di Kudus, Jepara dan wilayah lainnya, sering kali terjadi belakangan ini.
Ironisnya lagi, bayi-bayi tak bersalah itu keberadaannya kerap kali tidak diinginkan, sehingga dibuang begitu saja oleh orangtuanya. Beberapa bayi dibuang masih dalam keadaan hidup, namun ada pula yang dibuang dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Kebanyakan pelaku memilih membuang bayi di pinggir jalan. Tragisnya lagi, bahkan ada yang sengaja dibuang di kali atau selokan, agar tidak diketahui orang.
Seperti halnya di Kabupaten Jepara, untuk kesekian kalinya kasus pembuangan bayi kembali menggegerkan masyarakat Bumi Kartini.
Sosok bayi laki-laki yang baru lahir, ditemukan tergelatak di depan pabrik di Desa Pendosawalan, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara pada Kamis (17/4/2025).
Temuan bayi di depan gudang di Desa Pendosawalan Jepara
- arif
Dari informasi yang diterima VIVAJogja, penemuan bayi dalam kardus kali pertama ditemukan seorang pemulung ini, dan diduga dari hasil hubungan gelap.
Parahnya lagi, orang tua pembuang bayi dengan teganya meninggalkan sepucuk surat yang diselipkan dalam kardus tuanya. Bayi berjenis kelamin itu, pertama kali ditemukan seorang pemulung sekitar pukul 07.30 WIB.
Lokasinya berada persis di depan bangunan gudang baru milik PT Wanxinda Travel Good Jepara. Awalnya, pemilik warung yang brada di dekat pabrik, sempat mendengar teriakan laki-laki yang ternyata pemulung. Selanjutnya, pemilik warung mendatanginya.
Saat bayi ditemukan, bayi yang baru saja dilahirkan itu berada di dalam kardus. Selain itu, tubuh bayi hanya dibungkus sarung bantal berwarna ungu. Bayi malang ini sengaja ditaruh di delat pos satpam bangunan gudang baru.
Karena iba melihat kondisi bayi yang masih bernyawa, pemilik warung kemudian memanggil tenaga kesehatan dari Puskesmas terdekat. Bayi laki-laki ini selanjutnya dibawa ke Puskesmas Kalinyamatan untuk mendapatkan perawatan.
Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso melalui Kasatreskrim AKP Faizal Wildan Rela mengatakan, di samping bayi juga ditemukan selembar kertas yang ditulis tangan.
Orang tua pembuang bayi menuliskan tulisan di atas selembar kertas yang berbunyi “ Maaf ya belum bisa ngerawat kamu karena masih ngekos, makan aja susah. Tolong titipin ke Panti aja.. Yg mau ngerawat makasih ya. BTW anaknya cowo,”.