Perannya Dianggap Sangat Penting, Tiga Sosok Kartini Kudus Diganjar Penghargaan
- arif
KUDUS, VIVAJogja- Pemkab Kudus menganugerahi tiga perempuan asal Kota Kretek atas dedikasinya selama ini, dalam kontribusi aktif mendorong kesetaraan gender. Tiga sosok Kartini dari ribuan wanita asal Kudus ini, dinilai berprestasi baik tingkat nasional hingga Internasional.
Tiga sosok Kartini Kota Kretek yang diganjar penghargaan adalah dr. Andi Aridewi, Farikha Sukrotun Nikmah dan Sri Wahyuni. Penghargaan yang diterima Farikha Sukrotun Nikmah, yakni kategori Suara dan Aksi Perempuan Pelopor, bersamaan peringatan Hari Kartini.
Wanita muda kelahiran 18 Juni 1996 warga Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, merupakan satu-satunya wasit bulu tangkis perempuan ini dinilai mampu mengharumkan nama Kudus di level nasional dan internasional.
Bupati Kudus Samani Intakoris mengatakan, Farikha telah menekuni profesi wasit perempuan di berbagai kejuaraan besar sejak tahun 2019. Tak tanggung-tanggung, Farikha pun telah mengantongi sertifikat wasit tingkat Asia.
Farikha Sukrotun Nikmah bersama Bupati dan Wabup Kudus
- arif
Torehan prestasi Farikha ini, menjadi simbol bahwa peran wanita bisa menembus batasan dan stigma. Selain itu, bisa berkiprah di bidang yang banyak didominasi kalangan laki-laki.
”Farikha adalah inspirasi bagi generasi muda. Ia menunjukkan bahwa perempuan Kudus bisa bersaing di tingkat dunia, tidak hanya di ruang domestik tapi juga di arena global,” ujar Bupati Samani, Senin (21/4/2025).
Penghargaan serupa lainnya yang diberikan oleh Bupati Samani, yakni kepada Sri Wahyuni. Perempuan berlatar belakang ASN ini, saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Pemerintahan Sosial Budaya Bappeda Kudus.
Selain Sri Wahyuni, Bupati Samani juga menyematkan anugerah kepada dr. Andini Aridewi yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus. Baik Sri Wahyuni dan Andini, mereka dianugerahi penghargaan Gender Champions.
Andini dan Sri Wahyuni dinilai slama ini memiliki komitmen tinggi menjalankan program pengarusutamaan gender di Kabupaten Kudus.
Melalui sejumlah kebijakan dan program kerja yang inklusif, Andi dan Sri Wahyuni dianggap sukses menciptakan ruang yang setara dan ramah bagi perempuan di Kota Kretek.
”Perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan. Jangan khawatir kami akan selalu ada,” ucap Bupati Samani Intakoris.
Sementara itu, Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton, juga ikut menyematkan pesan inspiratif kepada para wanita perempuan di Kota Kretek.