Momen Hari Kartini, PLN Gratiskan Listrik untuk Rumah Apung Korban Rob di Demak: Bukti Light Up The Dream
- IST
DEMAK, VIVA Jogja – Momen Hari Kartini serta masih dalam suasana lebaran tahun ini, terasa lebih bermakna bagi 28 keluarga kurang mampu di wilayah kerja PLN UP3 Grobogan.
Melalui program Light Up The Dream (LUTD), mereka tak lagi gelap gulita saat malam tiba.
Tapi kisah paling menggugah datang dari Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak, di mana PLN menyalakan harapan baru—secara harfiah—di atas air.
Di desa yang selama ini langganan kebanjiran rob, sejumlah rumah apung yang dibangun pemerintah kini bisa menikmati sambungan listrik gratis, berkat tangan-tangan dermawan dari pegawai PLN sendiri.
Manager PLN Unit Layanan Pelaksana (ULP) Demak, Achmad Suhendro, menjelaskan bahwa LUTD bukan program biasa.
"Listrik gratis ini lahir dari kepedulian pegawai PLN. Bukan dari anggaran perusahaan, tapi dari donasi sukarela teman-teman pegawai yang ingin mewujudkan mimpi masyarakat untuk hidup lebih layak," ungkapnya saat penyerahan bantuan di Demak.
Menurut Hendro—begitu ia biasa disapa—kebahagiaan Idul Fitri tak lengkap jika tak dibagikan.
"Tahun ini, kami ingin lebaran juga dirasakan saudara-saudara kita yang selama ini belum bisa menikmati listrik. Termasuk mereka yang hidup di rumah apung akibat rob," lanjutnya.
Rumah apung di Desa Timbulsloko bukan sekadar solusi darurat, tapi juga simbol perlawanan terhadap perubahan iklim yang nyata.
Dengan adanya listrik, rumah apung bukan cuma tempat tinggal, tapi bisa jadi pusat kegiatan ekonomi kecil-kecilan.
"Warga bisa pakai listrik buat menghidupkan kulkas ikan hasil tangkapan, menyalakan alat pertanian hidroponik, bahkan membuka usaha wisata kecil-kecilan," jelas Hendro.
Ia optimistis, bantuan ini akan berdampak ganda: bukan cuma soal penerangan, tapi juga peluang peningkatan pendapatan warga.
Hendro tak ingin program LUTD berhenti jadi perayaan sesaat.
“Insya Allah ini bukan terakhir. Kami terus mendorong agar makin banyak desa yang merasakan manfaat program ini. Selama masih ada yang bermimpi, kami akan coba nyalakan,” ujarnya, penuh keyakinan.
Ia berharap, kolaborasi antarinstansi dan semangat gotong-royong dari pegawai PLN bisa jadi teladan untuk program serupa di daerah lain.