140 Pelajar IPNU-IPPNU Tegal Dirikan Barisan Cinta Rupiah bareng Bank Indonesia

IPNU dan IPPNU TEGAL bareng Bank Indonesia
Sumber :
  • IST

TEGAL, VIVA JOgja – Sebanyak 140 pelajar dari IPNU dan IPPNU Kota serta Kabupaten Tegal menggelar tekad bersama: menumbuhkan semangat cinta, bangga, dan paham terhadap Rupiah.

img_title BI Tegal Kolaborasi Festival Bubur Suro, Kirab 5.000 Tangkir Bubur Jadi Magnet Ribuan Pengunjung

Mereka mengikuti Training of Trainers (ToT) bertajuk Cinta Bangga dan Paham Rupiah yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal.

Sejak pagi, aula kegiatan dipenuhi wajah-wajah muda yang haus ilmu dan siap menjadi agen perubahan ekonomi di lingkungannya.

img_title Festival QRIS Jelajah Kuliner Indonesia X Jogja Rupiah Festival 2026: Sinergi Digital, Kuliner, dan Literasi Keuangan di

Kegiatan dibuka oleh Wakil Wali Kota Tegal, Hj. Tazkiyatul Muthmainnah, yang menegaskan bahwa cinta Rupiah adalah bentuk nyata dari nasionalisme.

"Jangan anggap uang itu cuma alat tukar, itu simbol kedaulatan kita!" tegasnya lantang di depan peserta, Sabtu 26 April 2025.

img_title BI Tegal Selamatkan Uang Rusak Korban Rob di Batang, Nilainya Tembus Rp 1,51 Milliar

Ia menyebut IPNU dan IPPNU sebagai kekuatan strategis dalam membangun literasi keuangan di tingkat akar rumput.

"Melalui kalian, pemahaman tentang uang yang sah, aman, dan bijak bisa menular ke seluruh warga," imbuhnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala, menjelaskan bahwa literasi keuangan adalah fondasi utama dalam membangun generasi yang sadar ekonomi.

"Bukan hanya paham ciri uang asli, tapi juga siap pakai QRIS di kehidupan sehari-hari," jelasnya dalam sesi edukasi.

Ia menekankan pentingnya pemahaman terhadap sistem pembayaran non tunai sebagai langkah adaptasi terhadap era digitalisasi ekonomi.

“Ini bukan tentang teknologi semata, tapi tentang kepercayaan pada Rupiah di setiap transaksi,” katanya.

Tiga sesi utama menjadi pilar kegiatan ini: pengenalan makna Cinta, Bangga, Paham Rupiah, cara mengenali ciri keaslian uang, serta praktik penggunaan sistem pembayaran non tunai.

Deputi Kepala Perwakilan BI Tegal, Teguh Triyono, yang hadir langsung, menyampaikan bahwa pelajar NU adalah mitra ideal dalam kampanye edukasi Rupiah.

“Karena mereka punya jaringan kuat dan karakter yang dekat dengan masyarakat,” ungkapnya.

Sesi interaktif menggugah rasa ingin tahu para peserta, termasuk Rifqi dari IPNU Kabupaten Tegal yang tampak antusias.

“Saya baru tahu QRIS bisa dipakai beli gorengan di warung,” kata Rifqi 

Nabila dari IPPNU Kota Tegal bahkan merasa terdorong untuk berbagi ilmu kepada keluarga.

“Sekarang saya ngerti banget bedain uang asli dan palsu, saya bakal ajarin adik-adik di rumah,” ujarnya semangat.

Halaman Selanjutnya
img_title