Masjid Jadi Kawah Candradimuka Pengusaha Muda Batang, Darul Falah Gandeng PCNU Gelar Next Gen Enterpreneur Academy
- Viva Jogja
BATANG, VIVA Jogja - Di tengah hiruk-pikuk industrialisasi, Masjid Darul Falah di Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, tampil beda dengan wajah baru sebagai pusat pembinaan wirausaha muda.
Tak hanya tempat ibadah, masjid ini disulap menjadi sentra penggemblengan jiwa entrepreneur lewat program Next Generation Entrepreneur (NGE) yang digagas Yayasan Darul Falah bersama Lakpesdam PCNU Batang.
Program NGE resmi memasuki tahap seleksi kedua berupa wawancara dan presentasi Business Model Canvas setelah penjaringan peserta sejak Februari 2025.
“Ini bukan lomba semata, tapi pembibitan wirausaha yang akan kami kawal hingga matang,” kata Wahyu Wulandari dari Yayasan Darul Falah, Minggu 11 Mei 2025.
Masjid Darul Falah terletak di Dukuh Sidosari, Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, tepat di jantung kawasan strategis dekat KEK Batang Industropolis.
Wulan menjelaskan bahwa pihak yayasan telah mewakafkan masjid beserta lahan 1,3 hektare sebagai bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar kawasan industri.
“Masjid ini kami niatkan sebagai masjid peradaban, agar warga sekitar kawasan tak hanya jadi pekerja tapi juga pengusaha ,” ujarnya.
Masjid yang pernah disambangi Nyai Shinta Nuriyah Wahid itu berkonsep ruang belajar, diskusi, dan pengembangan kapasitas usaha.
Konsep ini dirancang sebagai model percontohan nasional yang akan dikembangkan lebih luas bersama kampus-kampus besar di Indonesia.
Jika berhasil, skema pelatihan akan ditingkatkan melalui sistem inkubasi dan kerja sama multistakeholder.
Ketua Tim Penilai NGE, M Aminudin, menegaskan bahwa program ini lahir dari kegelisahan melihat potensi pemuda Batang yang sering tak tergarap maksimal.
“Anak-anak muda kita banyak yang migrasi kerja ke luar, padahal sumber daya ekonomi lokal tak kalah menjanjikan,” kata ketua Lakpesdam PCNU Batang itu.
Dari 11 kelompok pendaftar, hanya 7 yang lolos ke tahap karantina dan wawancara intensif dengan lima kriteria ketat.
Kelima aspek itu meliputi motivasi, penguasaan materi, inovasi, keberlanjutan usaha, dan komitmen mengikuti program sampai akhir.
Motivasi menjadi syarat mutlak karena mental tangguh adalah pondasi seorang pengusaha.
Penguasaan materi diukur dari cara peserta memahami dunia usaha dan menyusun strategi pasar.