Ketua DPRD Demak Bagi 500 Paket Sembako untuk Korban Banjir Karangrejo
- IST
DEMAK, VIVA Jogja - Banjir bukan hanya soal genangan air, tapi soal bagaimana pemimpin turun langsung atau justru abai.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Demak, Zayinul Fata, membuktikan keberpihakannya kepada rakyat dengan langsung menyalurkan 500 paket sembako untuk warga terdampak banjir di Desa Karangrejo, Kecamatan Bonang.
Banjir yang melanda wilayah itu merupakan akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang pada Minggu 18 Mei 2025, yang membuat pemukiman warga dan lahan pertanian lumpuh total.
Zayinul Fata hadir langsung di tengah warga yang basah kuyup dan penuh lumpur, membawa bantuan serta harapan.
“Alhamdulillah bisa berbagi dengan warga korban banjir di Desa Karangrejo ini,” ujarnya saat menyerahkan bantuan.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PKB Demak itu menegaskan, kehadirannya bukan sekadar simbolik, tapi bentuk nyata dari tanggung jawab wakil rakyat.
Menurut Zayin, kondisi tanggul jebol tak boleh dibiarkan terlalu lama karena bisa memperparah penderitaan warga.
“Kami minta agar tanggul segera diperbaiki. Jangan sampai warga dibiarkan terendam berhari-hari, itu sangat tidak manusiawi,” tegasnya.
Dia juga mendesak pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat untuk mempercepat pembangunan normalisasi sungai dan peninggian tanggul di wilayah rawan banjir, khususnya Demak bagian utara.
Dalam pantauan di lapangan, air masih menggenangi beberapa titik, meski sudah mulai surut.
Sebagian besar warga hanya bisa bertahan dengan bantuan seadanya, sementara akses keluar masuk desa masih sulit karena jalanan berubah jadi kubangan.
“Semoga banjir segera surut dan masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” harap Zayin.
Warga setempat pun menyambut kehadiran Zayin dengan penuh kelegaan.
Rohanah, salah satu warga, mengaku bantuan ini sangat berarti di tengah kondisi sulit pascabanjir.
“Kami mewakili warga Karangrejo mengucapkan terima kasih. Bantuan ini sangat bermanfaat,” kata Rohanah yang rumahnya ikut terendam air setinggi lutut.
Ia menambahkan, baru kali ini pejabat datang dan benar-benar membawa solusi, bukan janji kosong.
Sementara itu, Kepala Desa Karangrejo, yang turut mendampingi, menyampaikan bahwa kebutuhan mendesak warga kini adalah air bersih, makanan siap saji, serta terpal untuk tempat berteduh sementara.