Puluhan Orang Geruduk BRI Batang, Begini Respon Kepala Cabangnya

Aksi di Kantor Cabang BRI Batang
Sumber :
  • Viva Jogja

BATANG, VIVA Jogja - Suasana panas menyelimuti Kantor Cabang BRI Batang pada Rabu, 28 Mei 2025.

img_title BRI Batang Salurkan 7.170 Kartu Keluarga Sejahtera, Perluas Akses Keuangan Penerima Bansos

Puluhan nasabah mendadak berdatangan dan langsung membentangkan spanduk bernada keras.

Tulisan seperti “STOP KREDIT GANDA! NASABAH TERDZALIMI!” dan “LELANG TANPA PEMBERITAHUAN = PERAMPASAN HAK!” terpampang mencolok di pagar depan kantor BRI, memancing perhatian warga yang melintas.

img_title Idul Adha 2025, BRI Batang Salurkan Puluhan Hewan Kurban senilai Rp150 Juta

Tak sedikit pengendara memelankan laju kendaraannya, mencoba menangkap peristiwa yang tak biasa itu.

Aparat kepolisian tampak berjaga di sekitar lokasi, menjaga situasi tetap kondusif.

img_title Rumah Masa Kecil Etik Suryani Tak Luput dari Penggeledahan KPK, Dua Koper Dibawa Penyidik

Gerbang kantor BRI pun akhirnya ditutup sementara.

Salah satu nasabah yang ikut aksi, Taari, mengungkapkan kekecewaannya.

Ia mengaku rutin membayar cicilan pinjamannya yang mencapai Rp600 juta.

Namun, tanpa peringatan resmi, kios miliknya justru nyaris dilelang.

“Saya bayar terus, ini ada buktinya. Tapi tiba-tiba kios mau dilelang,” ujarnya sambil menunjukkan bukti transfer ke awak media.

Taari menambahkan seharusnya surat pemberitahuan resmi yang biasanya ditembuskan ke kepala desa.

“Saya warga Desa Pratek. Kalau ada surat penting biasanya lewat kepala desa. Tapi ini nggak,” keluhnya.

Kondisi ini membuat para nasabah merasa terdzalimi dan menuntut transparansi serta tanggung jawab dari pihak BRI.

Pihak BRI Batang akhirnya menerima sejumlah perwakilan nasabah untuk melakukan mediasi.

Dipimpin langsung oleh Kepala Cabang BRI Batang, Bambang Parulian, mediasi berlangsung selama sekitar satu jam.

“BRI itu taat dan patuh dengan hukum. Sekarang kita tunggu proses mediasi ini untuk menemukan solusi. Ini akan berlanjut,” kata Bambang.

Bambang menegaskan bahwa pihaknya siap mengoreksi diri dan terbuka terhadap perbaikan sistem kerja internal.

Ia bahkan menyebut proses mediasi ini menjadi bagian dari refleksi menyeluruh agar pelayanan kepada masyarakat lebih baik.

“Prosesnya nggak lama, paling sekitar dua minggu. Tapi memang betul ada kesalahpahaman di situ. Ada hal-hal yang nggak pas,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa jika ditemukan penyimpangan, pihaknya tak segan mengambil tindakan tegas terhadap pegawai yang terbukti bersalah.

“Kami akan benahi semua lini. Ini pelajaran berharga buat kami,” tegas Bambang.

Dalam kesempatan itu, Bambang juga menyampaikan bahwa BRI Cabang Batang telah menyalurkan kredit senilai Rp2,6 triliun untuk sektor UMKM.

Halaman Selanjutnya
img_title