Bukannya Mulus, Wajah Pasien Ini Malah Menghitam Usai Perawatan di Klinik Kecantikan Pekalongan

ilustrasi dugaan mal praktik klinik kecantikan
Sumber :
  • IST/Ilustrasi by Copilot AI

PEKALONGAN, VIVA Jogja – Keinginan untuk tampil menawan berujung petaka bagi seorang wanita berinisial ZK, warga Kota Pekalongan.

img_title Sudaryono Jadi Kepala BGN, Ketua Tani Merdeka Jateng Berharap Bawa Kemajuan bagi Gizi Nasional

Alih-alih mendapatkan kulit wajah yang bersih dan cerah, ZK justru mengalami permasalahan kulit yang lebih serius setelah menjalani perawatan di sebuah klinik kecantikan di Kecamatan Pekalongan Barat.

“Saya mau wajah sehat dan bersih, tapi malah menghitam kayak gosong, fleknya tebal, gak hilang-hilang,” keluh ZK saat ditemui di rumahnya, Kamis 29 Mei 2025.

img_title UGM dan BRIN Dorong Pemanfaatan Tempe dan Pisang Lokal untuk Cegah Stunting Berbasis Komunitas

Wajah ZK tampak memiliki flek hitam di kedua pipi yang membuatnya kehilangan kepercayaan diri.

Peristiwa ini bermula pada April 2025 ketika ZK tertarik menggunakan produk dan layanan dari klinik kecantikan yang cukup populer di wilayah tersebut.

img_title Festival Sastra Yogyakarta 2026 Resmi Dibuka, Sayembara Puisi Nasional Jadi Agenda Utama

Harga yang ditawarkan memang lebih tinggi dari klinik lain, namun ZK berasumsi kualitasnya sebanding dengan biaya.

“Saya pikir karena harganya mahal pasti bagus, ternyata malah begini hasilnya,” ungkapnya kecewa.

Perawatan dimulai dari penggunaan skincare hingga tindakan laser wajah yang diklaim aman dan efektif.

Namun tak lama setelah prosedur, muncul tanda-tanda kerusakan kulit.

Wajahnya mulai menghitam, flek membandel, bahkan terasa perih.

Merasa dirugikan, ZK mengadu ke dokter di klinik tersebut.

Namun alih-alih mendapat solusi, ia malah ditawari tindakan lanjutan dengan diskon, yang tetap harus dibayar.

“Saya sudah keluar uang lebih dari dua juta, masa disuruh bayar lagi?” ujar ZK gusar.

Menurutnya, tanggapan dari pihak klinik sangat tidak profesional dan terkesan enggan bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi.

Ironisnya, ZK juga diminta menandatangani surat pernyataan tidak akan menuntut pihak klinik, meski surat itu tanpa materai dan dijelaskan secara sepihak.

“Saya tandatangan karena percaya,” ujarnya.

Kini, ZK telah menggandeng kuasa hukum untuk meminta pertanggungjawaban pada klinik kecantikan itu.

Pihaknya berharap ada kejelasan dan pertanggungjawaban, bukan hanya janji atau diskon.

“Saya minta keadilan, jangan sampai ada korban berikutnya,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak klinik kecantikan yang disebutkan.

Namun, peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat, khususnya perempuan, agar berhati-hati memilih klinik kecantikan.

Halaman Selanjutnya
img_title