Cuaca Ekstrem Buat Tiang Patah, Listrik Padam! PLN Gerak Cepat Pulihkan 8 Desa di Demak
- VIVA Jogja
DEMAK, VIVA Jogja - Cuaca ekstrem kembali mengguncang Kabupaten Demak dengan hujan deras disertai angin kencang yang memorakporandakan infrastruktur kelistrikan.
Tiang listrik yang patah di beberapa titik membuat aliran listrik terputus dan menyebabkan pemadaman di sejumlah desa, mulai dari Buko Wedung hingga Berahan Wetan.
Meski cuaca belum bersahabat, tim PLN bergerak cepat untuk melakukan percepatan pemulihan pasokan listrik demi meminimalisir dampak lebih lanjut.
Angin kencang yang datang sekitar pukul 13:25 WIB menjadi awal dari rangkaian gangguan kelistrikan yang menyelimuti wilayah Demak pada 31 Mei 2025.
“Kerusakan ini cukup masif, tapi kami tidak tinggal diam—tim langsung terjun ke lapangan, tiang patah langsung diganti, dan jaringan kami recovery secepat mungkin,” tegas Achmad Suhendro, Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) Demak, Sabtu 31 Mei 2025.
Desa-desa yang terdampak mencakup Jetak, Bungo, Mutih Kulon, Bungolor, dan Wedung—seluruhnya mengalami pemadaman parsial hingga total akibat rusaknya jaringan utama.
Hendro mengungkapkan bahwa pihaknya menjalankan dua strategi sekaligus, yakni penggantian fisik tiang dan penyempitan area padam dengan pengalihan jalur distribusi listrik.
“Tujuan utama kami jelas: listrik harus segera hidup kembali tanpa mengorbankan keselamatan tim maupun masyarakat,” tambahnya dengan nada tegas namun bersahabat.
PLN juga menyiagakan tim darurat untuk memantau potensi gangguan susulan yang mungkin terjadi, mengingat cuaca buruk diprediksi masih akan berlanjut.
Angin kencang dan petir menjadi ancaman utama yang bisa merusak jaringan tegangan menengah dan menyebabkan gangguan yang lebih luas jika tidak ditangani segera.
Hendro juga mengimbau masyarakat agar proaktif melapor jika ada pemadaman di lingkungan mereka, terutama saat cuaca ekstrem berlangsung.
“Kami sangat terbantu kalau laporan masyarakat cepat masuk lewat PLN Mobile atau Contact Center 123, jadi bisa langsung kami tindak lanjuti,” jelasnya.
Dalam kondisi darurat seperti ini, kolaborasi antara masyarakat dan PLN menjadi kunci utama agar pemulihan bisa berlangsung lebih efisien.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menghindari area sekitar tiang listrik yang rusak atau kabel yang menjuntai demi keselamatan bersama.