Idul Adha 2025, BRI Batang Salurkan Puluhan Hewan Kurban senilai Rp150 Juta
- IST
BATANG, VIVA Jogja — BRI Cabang Batang membuktikan diri tak cuma bicara bisnis, tapi juga hadir di tengah masyarakat lewat aksi nyata.
Dua ekor sapi dan 25 ekor kambing dikucurkan sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dalam rangka perayaan Idul Adha 1446 H.
Kegiatan sosial ini digelar di Desa Kepuh, Dukuh Brajan, Kecamatan Limpung, Rabu 4 Juni 2025, bekerja sama dengan Yayasan Tunas Harapan.
Total dana yang digelontorkan BRI mencapai Rp150 juta, bukan angka kecil untuk sekadar amal.
Namun bagi Kepala Cabang BRI Batang, Bambang Parulian, persoalan utamanya bukan pada jumlah, tapi dampak yang terasa.
“Ini bukan soal jumlah, tapi tentang kebermanfaatan,” tegasnya.
Menurut Bambang, Idul Adha bukan hanya momen religius, tapi kesempatan untuk memperkuat hubungan sosial.
Ia menekankan bahwa kehadiran BRI di tengah masyarakat harus membawa arti, bukan sekadar lewat iklan di spanduk atau papan nama kantor.
“Kami berharap bantuan hewan kurban ini tidak sekadar menjadi bentuk amal, tetapi juga mampu mendorong nilai ekonomi dan sosial yang terasa langsung di masyarakat,” lanjutnya.
Penyerahan hewan kurban secara simbolis dilakukan oleh Supervisor Penunjang Operasional BRI, Ruliana Wahyu Widyastuti, kepada Mutrofin, SE, dari Yayasan Tunas Harapan.
Yayasan inilah yang kemudian bergerak menyalurkan bantuan ke masyarakat di pelosok Batang secara merata dan tepat sasaran.
Mutrofin mengakui, bantuan ini bukan yang pertama dari BRI.
“Yayasan kami merasa sangat terbantu. Bantuan ini akan kami distribusikan tepat sasaran, terutama kepada masyarakat yang memang layak menerima,” katanya.
Sebelumnya, pada November 2024 dan Maret 2025, BRI Batang juga menyalurkan paket sembako melalui dua yayasan berbeda di Reban dan Pecalungan.
Semua program itu menyatu dalam satu napas: semangat BUMN untuk Indonesia.
Tak hanya fokus pada layanan keuangan, BRI tampak serius membuktikan diri sebagai agen pembangunan sosial.
Langkah ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), terutama dalam pengurangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Masyarakat di Limpung menyambut baik langkah ini, terutama mereka yang selama ini jarang tersentuh bantuan kurban.