Next Generation Entrepreneur: Darul Falah dan PCNU Batang Tempa Anak Muda Batang Jadi Bos

Next Gen Enterpreuneur oleh Yayasan Darul Falah dan PCNU Batang
Sumber :
  • Viva Jogja

BATANG, VIVA Jogja – Jumlah pengangguran di Kabupaten Batang tembus 28 ribu jiwa.

img_title Tak Salah Rute, Umroh Transit China dari Kafa Tour Batang Justru Jadi Daya Tarik Baru

Angka yang bikin dada sesak, terlebih jika sebagian besar adalah anak muda yang seharusnya jadi penggerak ekonomi.

Tapi tunggu dulu, gelombang perubahan mulai digerakkan dari arah tak terduga—masjid, bukan mal atau pabrik.

img_title Plot Twist! Habis Nangisin Film Children of Heavens, 63 Siswa SDN 3 Bawang Dapet Sepatu dari DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo

Tepatnya Masjid Darul Falah di Gringsing, yang oleh Yayasan Darul Falah disulap menjadi pusat pengkaderan pengusaha muda dalam program Next Generation Entrepreneur (NGE).

Sebuah kolaborasi brilian antara PCNU Batang, Yayasan Darul Falah, dan Entrepreneur University, yang kini tengah memasuki tahap serius: mentoring bisnis.

img_title Tolak Ketua PAC Baru, Musancab PDI Perjuangan Batang Ricuh, 21 Ranting Walkout

“Kita tidak ingin anak-anak muda di Batang ini cuma jadi penonton di tengah geliat industri. Mereka harus jadi pelaku utama,” tegas Ketua PCNU Batang, Kiai Ahmad Munir Malik di Hotel Kiyana, Minggu, 8 Juni 2025.

Lebih dari sekadar pelatihan, mentoring NGE digarap bak kawah candradimuka kewirausahaan.

Tujuh kelompok calon pengusaha dipilih melalui seleksi ketat sejak Februari 2025.

Mereka dikarantina, diuji model bisnisnya, dan kini ditempa agar siap menjadi juragan muda masa depan.

Yang menarik, program ini bukan semata ajang pelatihan wirausaha biasa, melainkan revolusi pola pikir.

“Kita ubah mindset dari pencari kerja jadi pencipta kerja,” tegas Kiai Munir lagi, menyoroti minimnya minat wirausaha di kalangan muda Batang.

Data yang mencolok: KEK Batang belum mampu menyerap semua angkatan kerja yang terus tumbuh.

Pabrik-pabrik berdiri, tapi tetap ada antrean panjang pencari kerja.

“Jangan hanya berharap pada lowongan. Kita harus bangun pengusaha lokal yang bisa serap tenaga kerja di lingkungannya sendiri,” imbuhnya.

Untuk itu, hadir sosok legendaris: Om Purdi E. Chandra, pendiri Primagama, sebagai mentor utama.

Gayanya blak-blakan.

“Sekolah kita banyak lahirin karyawan, bukan pengusaha. Karena dosennya bukan pelaku usaha,” celetuknya.

Menurutnya, butuh mental kanan, bukan sekadar hitung-hitungan gaji.

“Pengusaha itu harus berani ambil risiko. Nah, itu yang kita tanamkan ke peserta NGE ini,” ujarnya penuh semangat.

Program ini membidik anak muda produktif yang belum punya usaha, tapi punya nyali besar.

Halaman Selanjutnya
img_title