Istighotsah Merah Putih Guncang Alun-Alun Demak: 313 Kiai Sepuh Doakan Indonesia
- Viva Jogja
DEMAK, VIVA Jogja — Ribuan santri bersujud, langit mendung, dan 313 kiai sepuh serempak menyeru kepada Ilahi di tengah Alun-Alun Demak.
Suasana itu bukan sekadar kegiatan keagamaan biasa, melainkan Istighotsah Merah Putih—sebuah doa nasional kolosal yang digagas KH Mansyur dari Pondok Pesantren Darul Ulum Asyariah.
Menurut Wakil Ketua Panitia, Waryoto, kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar spiritual untuk kemakmuran rakyat dan keselamatan bangsa.
“Tujuannya satu: agar Indonesia benar-benar menjadi negara yang gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo,” ucapnya saat ditemui di lokasi acara, Kamis 11 Juni 2025
Doa bersama ini bukan acara rutinan.
Ini kali pertama Istighotsah Merah Putih digelar di Demak dan langsung menyedot perhatian nasional.
Tidak tanggung-tanggung, 313 kiai dari berbagai pelosok Nusantara berkumpul, mayoritas dari Pulau Jawa.
Demak, kota yang menyimpan jejak penyebaran Islam di Nusantara, memang bukan tempat sembarangan.
“Kami pilih Demak karena kota ini punya sejarah besar dalam dakwah Walisongo,” terang Waryoto.
Namun, alasan spiritual itu bukan satu-satunya.
Demak kini tengah menderita—rob menghantam pesisirnya hampir setiap hari, membuat warga kehilangan penghasilan dan rumah.
“Pesisir Demak sangat sengsara, rob melanda tiap hari. Ekonomi masyarakat terjun bebas,” kata Waryoto dengan nada prihatin.
Dengan menggelar acara di sana, para tokoh berharap para pejabat pemerintah yang diundang bisa melihat langsung kenyataan pahit itu.
“Dengan ini semoga Demak dapat perhatian khusus dari pemerintah. Jangan hanya datang saat kampanye,” sindir Waryoto lugas.
“Kami ingin pejabat hadir, melihat langsung, dan berdialog dengan masyarakat agar tahu betapa perihnya jadi warga pesisir Demak saat ini.”
Kegiatan ini pun menjadi ajang pemersatu antara ulama, umara, dan rakyat jelata.
Pejabat, tokoh agama lintas organisasi, dan tokoh masyarakat tampak hadir duduk bersila bersama para santri, dalam balutan putih merah yang mendominasi halaman alun-alun.
Bendera Merah Putih berkibar megah di tengah lantunan doa dan tangisan haru yang menyelimuti udara pagi.
Kegiatan ini tidak hanya untuk menangkis bencana, tapi juga mempertegas pesan bahwa rakyat Indonesia, terutama dari pesantren, masih sangat peduli terhadap arah bangsa.