Gema Istighosah Merah Putih di Tengah Rob Demak: Ulama dan Umara Bersatu untuk Negeri

Istighotsah Merah Putih Kabupaten Demak
Sumber :
  • Viva Jogja

DEMAK, VIVA Jogja – Ribuan orang berkumpul dalam satu malam penuh doa dan harapan di Alun-Alun Demak.

img_title Kecelakaan Mengerikan di Jalur Jepara–Kudus, Pasutri Terlindas Truk Setelah Diduga Ambil Jalur Kanan

Mereka datang bukan sekadar ritual, tetapi membawa semangat perubahan lewat "Istighosah Merah Putih untuk Indonesia Gemah Ripah Loh Jinawi".

KH. M. Afif Zuhri, pengasuh Ponpes An-Nur Purworejo, berdiri lantang mengingatkan soal nasib negeri.

img_title Program Ananda Bersinar Diluncurkan, Pemkab Demak dan BNN Perkuat Perang Melawan Narkoba

“Indonesia hanya akan menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur bila ulama dan umara bersinergi,” katanya dengan nada serius, Kamis malam 12 Juni 2025.

Namun, di balik harapan spiritual, terungkap kenyataan pahit: banjir rob yang kian menggila di pesisir Demak.

img_title Sowan Girikusumo Demak, Menag : Kedepankan Nilai Kepemimpinan Santri dan Budaya Tabayyun

KH. Afif bercerita bagaimana desanya di Bonang sudah berkali-kali tenggelam, bahkan beberapa desa di Sayung kini nyaris hilang ditelan air laut.

“Perjalanan saya ke Demak harus ‘naik motor di atas laut’, karena air rob sudah seperti selimut permanen,” ujarnya.

Tak berlebihan, sebab banjir rob di Demak bukan cerita baru, tapi luka lama yang terus menganga tanpa solusi konkret.

Menurutnya, ini jadi pekerjaan rumah besar bagi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

Desa-desa di Demak seolah ditinggalkan, padahal mereka adalah wajah asli dari Indonesia yang sedang tergerus zaman.

Wakil Menteri Desa, Ahmad Riza Patria, menyambut harapan itu dengan membuka ruang kolaborasi antara pesantren dan pemerintah.

“Santri bukan hanya pencari ilmu, tapi agen perubahan sosial, moral, dan ekonomi,” ucapnya lantang.

Ia menekankan bahwa kekuatan pembangunan desa harus dimulai dari akar, yakni masyarakat dan para pemimpin spiritualnya.

Pesantren tak hanya tempat mengaji, tapi juga pusat pemberdayaan ekonomi lokal, pendidikan karakter, dan stabilitas sosial.

Kolaborasi seperti ini dianggap sebagai solusi struktural yang bisa menjawab bencana ekologis dan kemiskinan struktural di desa pesisir.

Plh. Bupati Demak, Muhammad Badruddin melalui Sekda Akhmad Sugiharto, menyebut kegiatan ini sebagai ikhtiar spiritual kolektif.

“Ini bukan sekadar istighosah, tapi seruan perubahan untuk bangsa yang adil, damai, dan makmur,” tegasnya.

Di tengah krisis moral, krisis iklim, dan kegaduhan politik, menurutnya doa menjadi pengikat yang menyatukan rakyat dan pemimpin.

Halaman Selanjutnya
img_title