Audit Risiko Guci Forest: Perhutani dan Polda Jateng Bongkar Celah Bahaya Wisata Alam

Audit risiko Guci Forest Tegal
Sumber :
  • Viva Jogja

TEGAL, VIVA Jogja - Audit risiko bukan sekadar formalitas, terutama ketika menyangkut keselamatan ribuan pengunjung di destinasi wisata berbasis hutan seperti Guci Forest.

img_title Residivis Narkoba Ditangkap di Kos Solo, Polisi Kini Buru Pemasok Sabu

Rabu pagi 9 Juli 2025, Perum Perhutani bersama Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Jawa Tengah menggelar Sampling Audit Risk Assessment yang menyasar jantung pengelolaan keamanan Guci Forest, wilayah KPH Pekalongan Barat.

Kegiatan ini digelar sebagai langkah konkret lanjutan dari pelatihan teknis sebelumnya, dengan tujuan utama: mengukur secara langsung kesiapan keamanan di lokasi wisata hutan.

img_title Markas Scam Kripto Internasional di Solo Baru Digerebek, 117 Barang Bukti Disita

Audit ini tidak hanya menilai prosedur di atas kertas, tapi juga menyusuri celah bahaya yang bisa jadi luput dari perhatian pengelola selama ini.

“Kegiatan ini mencerminkan komitmen Perhutani dalam menjamin keamanan pengunjung serta mendukung pengelolaan wisata hutan yang berkelanjutan,” ujar Didiet Widhy Hidayat, Kepala Departemen PSDHP Perhutani Divre Jateng.

img_title Dua Pria Ditangkap di Basement Hotel Solo, Polisi Sita Sabu dan Ekstasi

Risk assessment ini, lanjut Didiet, diharapkan menjadi pondasi awal dalam membentuk standar keselamatan yang sistematis dan berbasis bukti lapangan.

Guci Forest dipilih sebagai lokasi sampling bukan tanpa alasan.

Kawasan ini dianggap representatif terhadap karakteristik wisata alam Perhutani Pekalongan Barat, dengan ragam medan, arus kunjungan tinggi, serta kelengkapan fasilitas yang terus dikembangkan.

Audit yang berlangsung seharian itu dimulai dari sambutan resmi oleh Administratur/KKPH Pekalongan Barat, Prasetyo Lukito, dilanjutkan presentasi pengelolaan oleh pihak wisata, pemaparan oleh tim Ditpamobvit, sesi wawancara, peninjauan langsung ke lapangan, hingga penilaian akhir dengan metode scoring.

“Harapannya hasil risk assessment ini memperoleh skor yang baik dan menjadi pemacu bagi seluruh pengelola wisata di wilayah kami untuk menerapkan standar keselamatan yang menyeluruh,” kata Prasetyo.

Ia menegaskan bahwa kesadaran kolektif terhadap risiko menjadi kunci utama dalam menjaga kelangsungan pariwisata alam.

Apresiasi juga datang dari AKBP Indriyanto Dian P, Ketua Tim Auditor Risk Assessment Polda Jateng, yang menyebut bahwa langkah ini menjadi uji nyata kepatuhan dan kesiapan lapangan.

“Keamanan adalah prioritas utama dalam sektor pariwisata,” tegas AKBP Indriyanto.

Ia berharap kegiatan ini mendorong seluruh pengelola wisata hutan di bawah KPH Pekalongan Barat untuk terus memperbarui dan memperkuat standar operasional keselamatan.

Halaman Selanjutnya
img_title