Warga Kekeringan, Irigasi Macet: Bupati Tegal Tinjau Langsung Bendung Danawarih

Bendung danawarih Tegal
Sumber :
  • IST

TEGAL, VIVA Jogja - Kekeringan yang melanda lahan pertanian dan krisis air bersih di wilayah Kecamatan Lebaksiu dan Balapulang memaksa Bupati Tegal, H. Ischak Maulana Rohman, turun langsung meninjau proyek revitalisasi Bendung Danawarih.

img_title Dari Tegal untuk Jawa Tengah, Alumni UNJ Siap Kolaborasi Bangun Pendidikan

Kunjungan lapangan pada Jumat, 25 Juli 2025 itu dilakukan sebagai respon cepat atas keluhan petani dan warga yang mulai terdampak akibat tersendatnya aliran irigasi.

"Kita menerima keluhan dari warga dan petani. Irigasi tersendat, sawah mengering, bahkan sumur ikut terdampak. Dan ini sudah sampai ke Kementerian Pertanian," ujar Bupati Ischak di lokasi.

img_title Bupati Tegal Resmikan Kampung Ternak Organik, 103 Kambing Jadi Mesin Ekonomi Warga

Dalam kunjungan tersebut, Bupati berdialog langsung dengan pelaksana proyek dan menemui para petani yang telah menunggu dengan harapan mendapat kepastian solusi.

Revitalisasi bendung Danawarih merupakan proyek nasional strategis yang ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan, namun dampaknya terhadap para petani yang tengah menjalani musim tanam tak bisa diabaikan.

img_title Isbat Nikah Terpadu NU di Tegal: Momen Haru 45 Pasang Dapat Kepastian Hukum

“Ini proyek besar yang harus dikawal, tapi petani juga harus kita jaga. Keduanya penting, tidak bisa kita abaikan salah satunya,” tegas Bupati Ischak.

Bendung yang ditutup sementara selama proyek berjalan menyebabkan saluran irigasi induk tak lagi mengalirkan air ke lahan pertanian warga.

Untuk menjawab situasi ini, Bupati menyampaikan tiga langkah solusi yang disepakati bersama antara pemerintah daerah, pelaksana proyek, dan perwakilan petani.

Solusi pertama adalah penyodetan air menggunakan pipa, agar air tetap bisa melewati lokasi konstruksi dan mengairi saluran sekunder.

Kedua, proyek akan dipercepat dengan menambah jumlah tenaga kerja dan memperpanjang jam operasional agar tidak berlarut-larut.

Ketiga, petani terdampak akan menerima kompensasi dari pemerintah sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap potensi gagal panen.

"Kita sudah sepakat. Ada penyodetan, ada percepatan, dan ada kompensasi. Semua harus berjalan paralel," ucapnya.

Pelaksana proyek, Sumarto, menjelaskan bahwa penutupan saluran irigasi dilakukan sejak awal Juli, dan target penyelesaian revitalisasi ditetapkan selama dua bulan.

Namun, melihat situasi yang berkembang, percepatan menjadi prioritas.

"Kita akan rapat lagi besok, kemungkinan besar kita tambah pekerja dan waktu kerja agar selesai lebih cepat," jelas Sumarto.

Halaman Selanjutnya
img_title