BP Taskin Tanam 1.000 Bibit Pepaya California di Tegal, Bidik Pasokan untuk Program MBG
- IST
TEGAL, VIVA Jogja — Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) bersama Yayasan Pondok Ilmu Derma Agung (Piderma) dan Nusantara Visi Persada resmi menggulirkan Program Bantuan Pertanian “Derma Senyawa” di Desa Purbasana, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, Selasa 5 Agustus 2025.
Bantuan tersebut ditandai dengan penanaman simbolis 1.000 bibit pepaya California yang diharapkan menjadi pemasok buah segar untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tegal, Brebes, dan sekitarnya.
Selain bibit pepaya, BP Taskin juga menyerahkan satu unit traktor dan mesin diesel guna memperkuat sektor pertanian desa.
Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko, menegaskan program ini adalah langkah awal dari rangkaian inisiatif yang akan dijalankan bersama mitra untuk mengentaskan kemiskinan melalui kolaborasi lintas sektor.
“Bantuan ini sejalan dengan agenda sebelumnya seperti penyaluran 25 becak listrik untuk pengemudi lansia di Kota Tegal. Tahun ini kami targetkan 10.000 becak listrik secara nasional bagi mereka yang berusia di atas 60 tahun,” ujarnya.
Budiman, yang dikenal sebagai eks politisi PDIP, menambahkan bahwa BP Taskin akan berkolaborasi dengan pemerintah, swasta, dan komunitas untuk mendorong MBG sebagai bagian dari misi pemberantasan kemiskinan.
“Kami akan membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan dapur-dapur MBG di wilayah kantong kemiskinan. Pasokan bahan bakunya harus berasal dari produksi lokal, baik pertanian, perikanan, maupun peternakan,” tegasnya.
BP Taskin juga tengah menggodok rencana penggabungan Brebes, Indramayu, Kuningan, dan Cirebon menjadi satu klaster ekonomi penyedia bahan pokok MBG.
“Dengan pepaya ini, saya membayangkan Tegal dan Brebes punya pemasok buah yang stabil untuk MBG,” kata Budiman.
Selain pepaya, BP Taskin juga akan memetakan potensi daerah lain, seperti bantuan bibit bawang dan bebek di Brebes, yang nantinya disalurkan ke program MBG.
Sementara itu, Ketua Yayasan Piderma dan Nusantara Visi Persada, Gus Haris, menjelaskan bahwa penanaman bibit dilakukan di lahan desa seluas setengah hektare dengan dukungan gabungan kelompok tani (Gapoktan) setempat.
“Lahan seluas 3.500 meter persegi untuk pepaya, sisanya ditanami pisang dan sayuran. Masa tanam sampai panen sekitar empat sampai enam bulan, dengan target 50–70 kilogram per pohon,” ungkapnya.