600 Guru di Tegal Antusias Ikuti Seminar Nasional “Great How to be a Teacher” KNPI
- Ist
SLAWI, VIVA Jogja – Lebih dari 600 guru di Kabupaten Tegal mengikuti Seminar Nasional Great How to be a Teacher yang digelar DPD KNPI Kabupaten Tegal bersama Teacher Preneur di Pendopo Amangkurat, Jumat 22 Agustus 2025.
Seminar bertajuk “Menjadi Pendidik yang Menginspirasi dan Menggerakkan Generasi Bangsa” ini dibuka oleh Bupati Tegal melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Suspriyanti.
Hadir pula perwakilan Kementerian Pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, serta sejumlah tamu undangan.
Dalam sambutannya, Suspriyanti menegaskan bahwa guru bukan sekadar pengajar, melainkan juga inspirator, komunikator, sekaligus motivator yang mampu menyentuh hati murid.
“Inilah mengapa seminar hari ini, dengan tema How to be a Great Teacher, menjadi sangat relevan,” katanya.
Ia menekankan pentingnya public speaking bagi guru agar lebih percaya diri, komunikatif, dan menyenangkan dalam menyampaikan pelajaran.
Guru juga dituntut mampu mengemas pembelajaran inovatif, interaktif, serta berbasis teknologi untuk menjawab karakter generasi Z yang kritis, multitasking, kreatif, namun mudah bosan.
“Setelah seminar ini, Bapak Ibu tidak hanya pulang membawa catatan, tetapi juga semangat baru, ide-ide segar, serta keberanian untuk melakukan perubahan di kelas masing-masing. Jadilah guru yang dirindukan murid, guru yang diteladani, guru yang menghidupkan harapan,” tutupnya.
Ketua DPD KNPI Kabupaten Tegal, Bintang Aris Lukman, menegaskan bahwa acara ini bertujuan meningkatkan kualitas guru dalam menghadapi kesenjangan antar generasi.
“Milenial berbeda dengan generasi Z, apalagi generasi Alpha. Kondisi itu berdampak pada dunia pendidikan. Guru usia 35–40 tahun yang mengajar murid SD usia 7–12 tahun tanpa kiat pengembangan SDM akan sia-sia,” jelasnya.
Ia juga menyinggung tantangan guru di era Menteri Nadiem Makarim yang sering disibukkan dengan pemberkasan dan sertifikasi sehingga kurang fokus pada pendidikan inti.
Menurut Bintang, seminar ini menghadirkan 1.100 peserta yang terbagi dalam dua sesi.
Pada sesi pertama di Pendopo Amangkurat diikuti 550 guru, namun antusiasme yang tinggi membuat jumlah peserta melonjak hingga 600 orang.
Sesi kedua dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 23 Agustus 2025 di Gedung PC NU dengan peserta sisanya.