Perhutani Bantah Isu Penjualan Kayu Ilegal di Jembolo Utara Demak: "Itu Bukan Kayu Kami"
- Viva Jogja
DEMAK, VIVA Jogja - Jagat maya Demak digegerkan dengan unggahan video truk bermuatan kayu yang disebut-sebut milik Perhutani Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jembolo Utara.
Video tersebut diambil di wilayah Dukuh Bengkah, Desa Wonosekar, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, dan memunculkan dugaan adanya praktik penjualan kayu ilegal oleh pihak Perhutani.
Narasi itu langsung mengundang reaksi publik, sebagian menuding adanya penebangan liar di kawasan hutan negara.
Namun, Perhutani Jembolo Utara dengan tegas membantah tuduhan tersebut.
Asisten Perhutani (Asper) BKPH Jembolo Utara, Agus Yunianto, memastikan kabar itu tidak benar.
“Kami luruskan narasi itu. Perhutani tidak pernah melelang kayu tanpa prosedur resmi. Di wilayah Dukuh Bengkah, kami juga tidak pernah melakukan penjualan kayu hutan,” ujar Agus, Selasa 16 September 2025.
Agus menegaskan, kayu yang terlihat dalam video bisa jadi bukan dari kawasan hutan negara, melainkan milik warga yang menanam jati di lahan pribadi.
“Masyarakat sekitar memang banyak yang memiliki pohon jati di lahan sendiri. Jadi, jangan serta-merta dikaitkan dengan Perhutani,” jelasnya.
Isu pencurian kayu pada siang hari juga langsung ditepis oleh pihak Perhutani.
“Kalau ada pencurian di siang bolong, pasti anggota kami mengetahuinya. Apalagi masyarakat sekitar pasti akan menghadang bersama-sama. Jadi, sangat kecil kemungkinan itu terjadi tanpa terpantau,” tegas Agus.
Pernyataan ini diperkuat dengan aktivitas patroli rutin yang dilakukan petugas Perhutani bersama tim keamanan hutan.
Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Bengkah, Hadi Suyitno, turut menguatkan klarifikasi.
“Kami bersama tim rutin melakukan patroli di wilayah hutan. Kalau ada penebangan liar, apalagi siang hari, pasti kami mengetahuinya,” ujar Hadi.
Ia menyayangkan tindakan segelintir pihak yang menyebarkan video tanpa konfirmasi ke Perhutani.
“Kami heran kenapa nama Perhutani disebut-sebut, padahal tidak pernah ada konfirmasi dari pihak yang mengunggah video. Hal ini bisa merugikan nama baik Perhutani,” tambahnya.
Pihak Perhutani menegaskan bahwa seluruh kegiatan pengelolaan hutan selalu melalui prosedur resmi dan terbuka untuk pengawasan publik.
“Perhutani tetap berkomitmen menjaga kelestarian hutan serta transparan dalam setiap kegiatan pengelolaan. Kami terbuka untuk klarifikasi agar tidak ada kesalahpahaman,” tutup Agus.