Hari Lalulintas Bhayangkara ke-70 di Tegal: Gen Z Jadi Fokus Keselamatan Jalan Raya
- IST
BATANG, VIVA Jogja – Berbagai komunitas biker dan pengemudi ojek online (Ojol) memenuhi halaman Mapolres Tegal dalam peringatan Hari Lalulintas Bhayangkara ke-70.
Acara yang digelar Satlantas Polres Tegal ini diwarnai dengan doa bersama serta tasyakuran sederhana untuk menjaga kondisi Kabupaten Tegal tetap aman dan kondusif.
Kasatlantas Polres Tegal, AKP Bharatungga Dharuning Pawuri, menegaskan bahwa momentum ini bukan hanya perayaan seremonial semata, melainkan juga pengingat akan pentingnya kesadaran kolektif dalam keselamatan berlalu lintas.
“Keselamatan bukan kewajiban, tapi kebutuhan. Jadi setiap individu harus menanamkan mindset itu dalam dirinya,” tegas AKP Bharatungga Dharuning Pawuri yang akrab disapa Wuri.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan Hari Lalulintas Bhayangkara ke-70 ini meliputi bakti sosial, donor darah, serta penyuluhan kepada berbagai komunitas, termasuk pengemudi Ojol dan komunitas biker.
Tahun ini, Hari Lalulintas Bhayangkara mengusung tema “Lalulintas Modern yang Berkeselamatan Menuju Indonesia Emas”.
Menurut Wuri, lalu lintas modern harus selaras dengan perkembangan masyarakat, tetapi tetap berlandaskan pada prinsip keselamatan.
“Modernitas tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Semua bersinggungan dengan lalu lintas, mulai dari berangkat kerja hingga transportasi publik yang mendukung ekonomi,” ujar Wuri.
Kasatlantas Polres Tegal menyebutkan, pihaknya kini memprioritaskan Generasi Z sebagai target utama edukasi keselamatan berlalu lintas.
“Gen Z ini yang paling banyak mendominasi lalu lintas. Pengaruhnya besar, sehingga kami perlu meningkatkan kesadaran mereka lebih dulu,” jelasnya.
Satlantas Polres Tegal bahkan siap menjemput bola dengan mengadakan program safety riding secara langsung jika ada komunitas yang membutuhkannya.
“Kami terbuka, komunitas bisa menghubungi Satlantas. Kalau perlu, kami yang akan mendatangi untuk memberikan pelatihan safety riding,” tambah Wuri.
Dalam kesempatan itu, salah satu pengemudi Ojol, Jeber, menyampaikan aspirasi agar pihak kepolisian lebih sering memberikan pelatihan safety riding.
“Komunitas pengemudi Ojol masih banyak kekurangan dalam hal keselamatan berkendara. Kami berharap ada pelatihan khusus untuk Ojol di Tegal,” ujar Jeber.
Pernyataan ini sejalan dengan komitmen Polres Tegal untuk terus menekan angka kecelakaan lalu lintas dengan langkah pencegahan yang maksimal.