Anggarkan Rp7,5 miliar, Jalan Gajah Mada Slawi Tegal Akan Disulap Jadi Gerbang Warisan Budaya
- Ist
TEGAL, VIVA Jogja - Jalan Gajah Mada Slawi tengah bersolek menjadi wajah baru Kabupaten Tegal.
Melalui proyek penataan lanjutan Alun-Alun Hanggawana 2025, kawasan ini dirombak total dengan sentuhan heritage dan budaya, menjadikannya ikon baru yang disebut “Gerbang Warisan Budaya.”
Proyek strategis dengan pagu anggaran Rp7,5 miliar ini masuk dalam kegiatan Penyelenggaraan Penataan Bangunan dan Lingkungannya yang menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Tegal tahun 2025.
Menurut Kepala DPUPR Kabupaten Tegal, Teguh Dwijanto R, proyek ini bukan sekadar mempercantik ruang publik, tetapi membentuk identitas kota yang kuat.
“Master konsep Kota Slawi sudah ada. Masing-masing jalan punya tema sendiri. Untuk Jalan Gajah Mada, konsepnya adalah heritage dan budaya dengan tema Gerbang Warisan Budaya,” ungkap Teguh, Senin 13 Oktober 2025.
Jalan sepanjang 1,5 kilometer ini membentang dari Alun-Alun Hanggawana hingga Bundaran Patung Obor, menjadi poros penting wajah Kota Slawi.
Sementara itu, Kepala Bidang Penataan Bangunan Lingkungan dan Tata Ruang, Widodo Setia Nugroho, menegaskan bahwa kawasan tersebut akan ditata lebih hijau, nyaman, dan inklusif.
Penataan difokuskan pada tiga aspek utama: fungsi sosial, estetika kota, dan keberlanjutan lingkungan.
Menurutnya, sumbu penataan Kota Slawi dimulai dari Alun-Alun Hanggawana – Jalan Gajah Mada – Jalan Juanda, dan berakhir di GOR Trisanja.
Pekerjaan fisik yang sedang dikerjakan meliputi pembangunan saluran drainase untuk mengatasi genangan air dan memperlancar aliran ke sungai.
“Pemasangan saluran menggunakan material U-Dith 80x80x120 K.350 dan box culvert 80x80x100 K.350 termasuk pembuatan sumur resapan di setiap titik,” jelas Widodo.
Di sisi lain, trotoar didesain berkonsep kota pedestrian — ramah pejalan kaki, nyaman, dan aksesibel bagi penyandang disabilitas.
“Pekerjaan trotoar hanya sampai jembatan di Desa Kalisapu, konstruksinya memakai beton cor mutu fc 25 MPa (K.300) dengan finishing stamp concrete, hardener, coating, dan guiding block composite,” paparnya.
Kawasan ini juga akan dilengkapi street furniture seperti kursi taman, tempat sampah, dan lampu pedestrian dekoratif agar tampak modern dan ramah lingkungan.
“Median jalan yang di tengah dibongkar dan diganti dengan perkerasan beton mutu fs’ 3,8 MPa. Finishing-nya aspal (AC-WC). Lampu tengah diganti dengan bollard dan ambience light di sisi barat dan timur,” tambahnya.