Pengusaha Ini Ungkap Dugaan Monopoli Air Tawar Kapal di Pelabuhan Batang
- IST
BATANG, VIVA Jogja - Langit Batang masih berselimut mendung ketika perwakilan PT Global Berkah Segara melangkah memasuki Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Batang.
Audiensi resmi itu digelar bukan tanpa alasan, sebab perusahaan penyedia air tawar tersebut merasa ada ketimpangan serius dalam pengelolaan pengisian air tawar kapal di kawasan Pelabuhan Batang.
Surat bernomor 001/Audiensi/PT.GBS-BTG/I/2026 yang dilayangkan PT Global Berkah Segara secara tegas menyoal dugaan monopoli serta keberadaan pihak-pihak yang diduga beroperasi tanpa izin resmi.
Direktur PT Global Berkah Segara, Heri Prasetyo Edy, hadir langsung dalam forum audiensi untuk menyampaikan kegelisahan yang selama ini dipendam pelaku usaha resmi.
“Kalau dibilang sesuai harapan, ya belum sesuai harapan,” ujar Heri usai audiensi, Kamis 15 Januari 2026.
Menurut Heri, persoalan utama bukan semata soal persaingan bisnis, melainkan keadilan dalam pembagian kuota pengisian air tawar bagi kapal-kapal yang sandar di Pelabuhan Batang.
“Nanti finalnya setelah dari pihak perusahaan Dion, kan harus bisa membagi kuota,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa PT Global tidak menuntut penguasaan penuh, melainkan meminta pembagian yang proporsional.
“Kita tidak meminta semuanya, kita berbagi kuota saja, supaya berjalan sesuai porsi masing-masing,” katanya.
Heri juga menekankan bahwa PT Global merupakan perusahaan yang beroperasi secara legal dan tengah mengurus perpanjangan izin yang dipersyaratkan.
“Kita ini resmi, tinggal mengurus perpanjangan PMKU seperti yang disampaikan tadi,” jelasnya.
Audiensi ini, lanjut Heri, berangkat dari dugaan praktik monopoli yang dinilai merugikan pelaku usaha lain.
“Karena semua dimonopoli salah satu orang, dan keterangannya izinnya juga tidak resmi,” tegas Heri.
Ia menyebut, PT Global justru mengedepankan semangat kolaborasi dibanding konflik terbuka.
“Kita maunya jalan bareng, bersinergi bareng, bukan saling menjatuhkan,” katanya.
Soal harga, Heri memastikan PT Global mampu bersaing secara sehat tanpa mengorbankan kualitas.
“Harga kita bisa bersaing sesuai mutu dan kualitas,” ujarnya.
Berbeda dengan penyedia lain, PT Global menggunakan pasokan air dari PDAM, bukan sumur bor.
“Kita pakai PDAM, itu juga pemasukan untuk Pusda Batang,” jelasnya.