Wabup Batang Suyono Pastikan Penanganan Longsor Pranten, Ratusan Warga Dievakuasi

Wabup Batang Suyono (tengah) meninjau lokasi longsor Bawang
Sumber :
  • Viva Jogja

Batang –Wakil Bupati Batang, Suyono, turun langsung meninjau lokasi bencana longsor di Dukuh Rejosari, Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Senin (26/1/2026).

img_title Cegah Erosi dan Kerusakan Sungai, Dislutkan Batang Musnahkan Ikan Sapu-Sapu

Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak Jumat pagi hingga sore (23/1/2026), menyebabkan tebing tanah ambrol sekitar pukul 17.30 WIB dan menimbun permukiman warga serta menutup akses jalan antarwilayah.  

Menurut data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Batang, dua rumah warga tertimbun material longsor, sementara 12 rumah lainnya mengalami kerusakan.

img_title Pemkab Batang Dorong Inklusivitas Pekerja Difabel di Peringatan May Day 2026

Selain itu, jalur vital menuju Dukuh Pranten dari arah Rejosari dan Deles, serta akses Rejosari–Sigemplong, tertutup tanah longsor dan pohon tumbang.  

Suyono menjelaskan, dampak bencana tidak hanya merusak rumah, tetapi juga memutus pasokan air bersih untuk Dukuh Rejosari dan Sigemplong.

img_title Festival Gemarikan Batang 2026, Dorong Konsumsi Ikan dan Cegah Stunting

Listrik di seluruh Desa Pranten pun padam. Meski kerugian material cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.  

“Dari 170 Kepala Keluarga (KK) di Dukuh Rejosari, sebanyak 110 KK memilih mengungsi ke rumah kerabat di wilayah Dieng Kulon. Sisanya, sekitar 60 KK, masih bertahan di sekitar lokasi dengan kewaspadaan tinggi,” ungkapnya.  

Ia mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi longsor susulan karena kondisi tanah masih labil.

BPBD bersama TNI, Polri, pemerintah kecamatan, relawan, dan warga setempat telah melakukan penanganan darurat, termasuk pembersihan material longsor dengan bantuan alat berat dari Geodipa.  

Kepala Pelaksana BPBD Batang, Wawan Nurdiansyah, menambahkan bahwa pembersihan jalur Geodipa–Rejosari Pranten selesai pada pukul 22.00 WIB.

Namun, beberapa akses lain masih tertutup sehingga sejumlah dukuh tetap terisolasi.  

“Petugas sudah mengimbau warga yang masih berada di sekitar titik longsor untuk menjauh sementara demi menghindari risiko jika terjadi longsor susulan,” jelasnya.  

Operasi penanganan melibatkan BPBD Batang, TNI, Polri, Perhutani, Puskesmas Bawang, relawan MDMC, BPBD dan SAR Wonosobo, serta pemerintah desa bersama masyarakat.

BPBD menegaskan, laporan kondisi masih bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai perkembangan di lapangan.