Kerangka Manusia Gegerkan Batang, Identitas Dipastikan Subono yang Hilang Sebulan
- Viva Jogja
Batang –Warga Dukuh Santolan, Desa Kumesu, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, digemparkan oleh penemuan kerangka manusia di area kebun kopi pada Senin (26/1/2026) pagi.
Kerangka tersebut diketahui sebagai jasad Subono (28), warga setempat yang sebelumnya dilaporkan hilang lebih dari satu bulan.
Seorang warga yang sedang mencari rumput sekitar pukul 06.00 WIB mencium bau menyengat dari dalam kebun kopi.
Setelah ditelusuri, ia menemukan tulang belulang yang diduga kerangka manusia. Temuan itu segera dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Reban.
Tim Inafis Polres Batang bersama aparat kepolisian kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan identitas korban.
Korban terkonfirmasi bernama Subono, warga Dukuh Santolan RT 19 RW 5, Desa Kumesu.
Berdasarkan keterangan keluarga, Subono telah dilaporkan hilang sejak lebih dari sebulan lalu.
Upaya pencarian oleh keluarga dan warga tidak membuahkan hasil hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka.
Kasatreskrim Polres Batang, AKP Imam Muhtadi, membenarkan penemuan tersebut.
“Setelah pemeriksaan awal dan pencocokan identitas, korban dipastikan bernama Subono,” ujarnya.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan.
Kondisi kerangka mengindikasikan korban telah meninggal cukup lama.
“Dokter tidak menemukan indikasi kekerasan. Korban diduga meninggal lebih dari satu bulan lalu,” jelas Imam.
Polisi menyebutkan korban memiliki riwayat epilepsi. Dugaan sementara, penyakit tersebut kambuh saat korban berada di kebun kopi sehingga menyebabkan kematian.
“Keterangan keluarga menyebutkan korban menderita epilepsi. Dugaan sementara, korban meninggal akibat penyakit itu kambuh,” tambah Imam.
Meski tidak ditemukan unsur kekerasan, polisi tetap melakukan penyelidikan sesuai prosedur.
Keterangan saksi dan barang bukti di lokasi dikumpulkan untuk memastikan tidak ada tindak pidana.
Setelah proses identifikasi selesai, kerangka korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak mengajukan keberatan atas hasil pemeriksaan.
AKP Imam Muhtadi mengingatkan masyarakat agar segera melapor jika ada warga yang hilang atau menemukan hal mencurigakan.
Ia juga menekankan pentingnya pendampingan bagi penderita penyakit tertentu saat beraktivitas di luar rumah.