Akses Jalan Desa Pranten Tertutup Longsor, DPUPR Batang Turunkan Dua Alat Berat

DPUPR Batang Kerahkan Alat Berat Tangani Longsor
Sumber :
  • Viva Jogja

Batang – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang bergerak cepat menangani bencana longsor yang menutup akses jalan di Desa Pranten, Kecamatan Bawang.

img_title Tak Hanya Ngaji, Ponpes Al Khafifiyah Batang Hadirkan Pengobatan Gratis untuk 500 Warga

Dua unit alat berat diturunkan untuk membersihkan material tanah yang menimbun jalur utama.  

Kepala DPUPR Batang, Endro Suryono, menjelaskan bahwa ada dua titik longsor yang menjadi fokus penanganan.

img_title Tak Salah Rute, Umroh Transit China dari Kafa Tour Batang Justru Jadi Daya Tarik Baru

Pertama, jalur Deles–Rejosari dengan timbunan sepanjang kurang lebih 100 meter.

Kedua, kawasan Pranten Atas yang kondisinya lebih berat karena selain menutup jalan, material longsor juga dilaporkan menimpa satu hingga dua rumah warga serta sebuah sepeda motor.  

img_title SPMB 2026, Ombudsman Tegaskan Sekolah Tak Boleh Arahkan Pembelian Seragam

“Lokasi di Pranten Atas diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk pembersihan karena timbunan cukup besar dan ada bangunan yang terdampak,” ujar Endro, Selasa (27/1/2026).  

Sejak kejadian, tim DPUPR langsung melakukan identifikasi lapangan dan mengirimkan alat berat agar proses pembersihan bisa dilakukan secara paralel di dua titik berbeda.

Jalur Deles–Rejosari kini mulai bisa dilalui sepeda motor secara terbatas, sementara jalur Pranten Atas masih tertutup total.  

Endro menambahkan, longsor di kedua jalur tersebut sempat memutus akses penting, termasuk menuju fasilitas pendidikan seperti SMP Negeri 4 Bawang.

Karena itu, penanganan darurat diprioritaskan agar mobilitas warga segera pulih.  

“Kami mengimbau masyarakat tetap berhati-hati saat melintas, terutama di jalur Deles–Rejosari karena material belum sepenuhnya bersih. Untuk Pranten Atas, akses masih tertutup hingga proses pembersihan selesai,” tegasnya.  

Selain penanganan darurat, DPUPR Batang juga menyiapkan kajian lanjutan terkait tata ruang, pemanfaatan lahan, dan aspek bangunan di wilayah rawan bencana.