Seminar Parenting Kolaborasi Dewan dan JMSI, Pentingnya Pola Asuh Sejak Dini
- Viva Jogja
Batang – KB-TK Islam Harapan Bunda, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, menjadi tuan rumah kegiatan Dewan Menyapa PAUD yang dirangkai dengan Seminar Parenting pada Rabu (28/1/2026).
Agenda ini menghadirkan kolaborasi antara dunia pendidikan, media, dan legislatif untuk memperkuat pola pengasuhan anak usia dini.
Acara diikuti Ketua JMSI Pengcab Batang–Pekalongan Ahmad Ujianto, Ketua Bapemperda DPRD Kabupaten Batang dari Fraksi PKB H. Daryoso, S.PdI, Kepala KB-TK Islam Harapan Bunda Ani Choziah, S.Pd, para pendidik, serta orang tua murid.
Dalam sambutannya, Ahmad Ujianto menegaskan komitmen Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) untuk terus mendukung kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan dan pengasuhan anak.
Menurutnya, media tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga mitra masyarakat dalam membangun generasi yang cerdas, sehat, dan berkarakter.
“Seminar parenting menjadi wadah penting karena pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan juga orang tua dan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Ketua Bapemperda DPRD Batang, H. Daryoso, S.PdI, menekankan pentingnya pemahaman pola asuh sejak dini, terutama bagi ibu muda.
Ia menilai pendidikan anak usia PAUD harus memperhatikan aspek mental, psikologis, dan emosional.
“Ilmu parenting bukan hanya untuk hari ini, tetapi menjadi pegangan hidup dalam mendidik anak. Disiplin psikologi, mental, dan emosi anak harus dipahami sejak dini,” tegasnya.
Daryoso menambahkan, seminar parenting tidak cukup dilakukan sekali.
Ia mendorong adanya ruang konsultasi lanjutan dengan psikolog agar orang tua benar-benar memahami kebutuhan perkembangan anak.
Menurutnya, anak usia PAUD harus dijaga dari pengaruh pergaulan yang belum sesuai usianya, sehingga pendidikan formal, informal, dan nonformal berjalan seimbang.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap anak lahir dalam kondisi fitrah. Karena itu, orang tua tidak boleh membebani anak dengan tuntutan belajar yang melampaui kemampuan usianya.
“Jika dipaksa, perkembangan anak bisa tidak seimbang dan berdampak pada masa depannya,” jelasnya.
Lebih jauh, Daryoso mengaitkan pentingnya parenting dengan visi Indonesia Emas 2045.