Wamensos Salurkan Bantuan Rp1,43 Miliar untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor di Pemalang
- Viva Jogja
Pemalang – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Sawung Jabo Priyono meninjau langsung lokasi pengungsian korban banjir bandang dan tanah longsor di lereng Gunung Slamet, tepatnya di Kantor Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Kamis (29/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, ia menyerahkan bantuan logistik serta santunan bagi keluarga korban meninggal dunia.
Agus menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa dalam bencana yang melanda wilayah tersebut.
Tercatat empat orang meninggal dunia, terdiri dari korban banjir bandang, longsor, serta satu korban yang wafat saat proses evakuasi.
“Santunan sudah kami serahkan kepada ahli waris, masing-masing sebesar Rp15 juta,” ujarnya.
Kementerian Sosial menyalurkan bantuan senilai lebih dari Rp1,43 miliar untuk warga terdampak di Kecamatan Pulosari dan wilayah lain di Pemalang.
Bantuan tersebut mencakup tenda, kasur, selimut, pakaian, serta kebutuhan khusus bagi anak-anak dan ibu.
Pemerintah juga mendirikan dapur umum dengan kapasitas produksi lebih dari 1.500 paket makanan per hari.
Agus menegaskan, kehadiran Kemensos bertujuan memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi selama masa tanggap darurat 14 hari.
Ia juga meminta pemerintah daerah segera melakukan asesmen lanjutan agar tidak terjadi kekurangan logistik.
Dalam kesempatan itu, Agus mengapresiasi kerja cepat dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, BNPB, BPBD, PLN, hingga Kementerian PUPR.
“Berkat sinergi ini, proses evakuasi berjalan efektif dan penanganan darurat bisa dilakukan dengan cepat,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada mengingat curah hujan diperkirakan masih tinggi hingga April mendatang.
“Saat ini ada 36 titik daerah terdampak bencana di Indonesia. Semua pihak harus terus berkolaborasi agar penanganan bisa lebih cepat,” tegasnya.
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menyampaikan terima kasih atas dukungan Kementerian Sosial. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu warga, khususnya di Kecamatan Pulosari.
“Sejak hari pertama, dapur umum sudah kami dirikan. Dengan dukungan TNI, Polri, relawan, dan kecamatan, evakuasi warga bisa dilakukan dengan cepat,” ujarnya.
Data pemerintah daerah mencatat sekitar 2.700 jiwa terdampak bencana, tersebar di 11 titik pengungsian. Di Kecamatan Pulosari, terdapat sekitar 200 pengungsi, termasuk yang berada di Kantor NU setempat.