Musrenbang Kecamatan Batang Prioritaskan Penanggulangan Banjir, Pendidikan, dan Kesehatan
- Viva Jogja
Batang –Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Batang tahun 2026 menyoroti sejumlah isu strategis, dengan penanggulangan banjir menjadi agenda utama.
Camat Batang, Luksono Pramudito, menyampaikan bahwa terdapat 14 isu yang dibahas dalam forum tahunan tersebut. Menurutnya, sebagian besar usulan diarahkan pada pembangunan infrastruktur pengendali banjir.
“Dari 14 isu strategis, 12 di antaranya fokus pada infrastruktur untuk mengurangi dampak banjir di wilayah Kecamatan Batang,” ujarnya saat Musrenbang di Pendopo Kecamatan Batang, Senin (2/2/2026).
Beberapa proyek yang diusulkan antara lain pembangunan embung di Kalipucang Wetan untuk menekan risiko banjir yang kerap melanda Watesalit, Kalipucang Wetan, Kalipucang Kulon, hingga Karangasem Selatan.
Selain itu, pengerukan muara Sungai Sambong juga menjadi prioritas agar aliran air lebih lancar dan genangan dapat diminimalisasi saat curah hujan tinggi.
Sementara itu, anggota DPRD Batang Dapil 1, Tofani Dwi Ariyanto, menilai Musrenbang masih terlalu didominasi oleh pembangunan fisik. Ia menekankan perlunya perhatian lebih pada sektor pendidikan dan kesehatan.
“Musrenbang kita masih cenderung fokus pada infrastruktur. Padahal, persoalan pendidikan dan kesehatan juga mendesak untuk ditangani,” katanya.
Tofani menyoroti keterbatasan daya tampung sekolah, terutama saat penerimaan peserta didik baru. Sistem zonasi dianggap belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat karena kapasitas sekolah yang terbatas.
“Daya tampung sekolah masih menjadi masalah krusial. Banyak warga sekitar yang dirugikan karena sekolah tidak mampu menampung semua siswa,” jelasnya.
Ia juga menyinggung program revitalisasi sekolah di Kabupaten Batang yang mendapat dukungan Bantuan Presiden atas usulan Partai Gerindra.
Tiga sekolah di Kecamatan Batang masuk dalam program tersebut, yakni SDN Proyonanggan 2, SMP Negeri 6 Batang, dan SMP Negeri 8 Batang.
Tofani menegaskan bahwa dukungan terhadap pembangunan daerah tidak boleh terikat pada latar belakang partai politik pengusul.
“Selama program itu bermanfaat bagi masyarakat Batang, tentu kami dukung,” tegasnya.
Ia berharap revitalisasi sekolah tidak berhenti pada tahap awal, melainkan berlanjut ke sekolah lain yang masih membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana.
“Kami berharap ada tahap lanjutan, karena masih banyak sekolah yang perlu direvitalisasi agar proses belajar mengajar lebih optimal,” pungkasnya.