PERADI Pekalongan Cetak Rekor, PKPA dan UPA Angkatan Pertama Lulus 99 Persen

pengurus Peradi Pekalongan di UIN Gus Dur
Sumber :
  • ist

PEKALONGAN, VIVA Jogja – DPC PERADI Pekalongan mencatat sejarah penting setelah Pendidikan Khusus Profesi Advokat dan Ujian Profesi Advokat angkatan pertama mencetak tingkat kelulusan nyaris sempurna.  

img_title PKPA Peradi -UIN Gus Dur Pekalongan Dimulai, Calon Advokat Dibekali Hal Ini

Capaian DPC PERADI Pekalongan ini langsung menyedot perhatian kalangan hukum karena 99 persen peserta dinyatakan lulus dengan predikat baik hingga sangat baik.  

Keberhasilan PKPA dan UPA ini menandai babak baru bagi PERADI Pekalongan dalam mencetak advokat yang profesional dan berintegritas.  

img_title Masyarakat Adat dan Kolaborasi Global Menjadi Pilar Konservasi Biodiversitas di Era Krisis Iklim

Sekretaris DPC PERADI Pekalongan, Damirin, S.H., menyebut hasil tersebut sebagai buah dari proses pendidikan yang disiplin dan terukur.  

Dari total 24 peserta UPA, sebanyak 23 orang dinyatakan lulus dan siap melangkah ke tahapan berikutnya sebagai calon advokat.  

img_title Sultan HB X Dorong Penegakan Hukum Tegas dalam Kasus TKD Condongcatu

“Alhamdulillah, tingkat kelulusan mencapai 99 persen dengan predikat sangat baik dan baik,” ujar Damirin saat dikonfirmasi, Kamis 5 Februari 2025.  

Satu peserta yang belum lulus dijadwalkan mengikuti ujian ulang pada Juli atau September 2026.  

Damirin optimistis peserta tersebut dapat menyusul kelulusan sehingga angkatan pertama PERADI Pekalongan meluluskan 24 advokat secara penuh.  

“Insya Allah tahun 2026 ini kita bisa mencetak 24 advokat untuk angkatan pertama,” katanya.  

Menurut Damirin, capaian kelulusan tinggi bukan sekadar soal angka, tetapi menjadi indikator kualitas proses pendidikan advokat.  

Ia menegaskan bahwa PERADI Pekalongan tidak hanya mengejar kuantitas, melainkan kualitas dan integritas calon advokat.  

Para advokat baru ini diharapkan mampu hadir di tengah masyarakat sebagai pencari dan penegak keadilan.  

“Mereka harus bisa membantu masyarakat yang membutuhkan pendampingan hukum,” ujar Damirin.  

Selain mendampingi masyarakat, advokat lulusan PERADI Pekalongan juga diharapkan mampu bersinergi dengan negara.  

Sinergi tersebut terutama penting dalam penerapan KUHP dan KUHAP baru yang menuntut pemahaman hukum mendalam.  

Setelah dinyatakan lulus UPA, para peserta akan menjalani sumpah jabatan advokat di Pengadilan Tinggi Semarang.  

Proses sumpah jabatan ini menjadi penanda resmi masuknya mereka ke dalam profesi advokat.  

PKPA dan UPA angkatan pertama ini menjadi tonggak sejarah bagi DPC PERADI Pekalongan.  

Pasalnya, ini merupakan kali pertama PERADI Pekalongan menyelenggarakan pendidikan profesi advokat secara mandiri.  

Dalam pelaksanaannya, DPC PERADI Pekalongan menggandeng Fakultas Syariah UIN K.H. Abdurrahman Wahid atau UIN Gus Dur Pekalongan.  

Halaman Selanjutnya
img_title