Puluhan Pelajar “Serbu” DPRD Batang, Belajar Jadi Legislator Muda
- Viva Jogja
BATANG, VIVA Jogja – Suasana berbeda mewarnai Gedung DPRD Kabupaten Batang pada Jumat (6/2/2025).
Jika biasanya kursi parlemen dipenuhi suara demonstran yang menyampaikan aspirasi, kali ini puluhan pelajar hadir bukan untuk memprotes kebijakan, melainkan untuk merasakan langsung atmosfer dunia politik melalui program Eduday.
Para siswa SMA Muhammadiyah Limpung diberi kesempatan duduk di kursi anggota dewan, mencoba memahami bagaimana proses demokrasi berjalan, sekaligus belajar tentang peran penting lembaga legislatif dalam kehidupan masyarakat.
Bagi Siren, siswi asal Kendal, kunjungan ini menjadi pengalaman berharga.
Ia mengaku baru pertama kali menginjakkan kaki di kantor DPRD Batang.
“Saya senang sekali bisa langsung datang ke DPRD.
Rasanya seperti latihan demokrasi secara nyata,” ujarnya penuh semangat.
Meski sempat gugup saat ditanya soal fungsi DPRD, Siren mampu menjelaskan bahwa lembaga ini menampung aspirasi masyarakat untuk kemudian dibahas bersama.
Ia bahkan mulai memahami istilah interupsi yang menurutnya berarti “memotong pembicaraan.”
Siren pun tak ragu menyatakan cita-citanya yang kelak ingin menjadi anggota dewan.
Kunjungan edukatif ini tidak hanya berisi penjelasan satu arah.
Para pelajar aktif melontarkan pertanyaan kritis seputar isu yang dekat dengan kehidupan mereka.
Muniroh, guru pendamping, menuturkan bahwa siswanya menanyakan peluang beasiswa serta kondisi jalan Pantura yang rusak.
“Anak-anak ingin tahu bagaimana DPRD bisa menyuarakan masalah itu ke pemerintah provinsi,” jelasnya.
Menurut Muniroh, pengalaman ini membuka wawasan siswa.
Mereka kini melihat DPRD sebagai lembaga yang dekat dengan masyarakat, bukan sekadar simbol politik.
“Dengan begitu, anak-anak tidak mudah terprovokasi untuk demo atau menilai negatif tanpa memahami prosesnya,” tambahnya.
Sekretaris DPRD Batang, Triossy Juniarto, menyambut antusias kunjungan tersebut.
Ia menegaskan bahwa pihaknya selalu membuka ruang bagi generasi muda untuk belajar tentang tugas pokok dan fungsi dewan.
“Ini pembelajaran demokrasi sejak dini. Anak-anak jadi tahu bahwa setiap masalah bisa disalurkan melalui wakil rakyat di dapil masing-masing,” ujarnya.
Triossy menambahkan, Gedung DPRD Batang tidak membatasi jadwal kunjungan.
Sekolah mana pun dipersilakan datang, dan pihak sekretariat siap menyesuaikan agenda.