JMSI Batang Gandeng BAZNAS dan Alfamart, Santuni Anak Penyandang Thalasemia di HPN 2026

Peringatan HPN JMSI Peduli Talasemia
Sumber :
  • Viva Jogja

BATANG, VIVA Jogja –Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-80 di Kabupaten Batang tahun ini tidak hanya menjadi ajang refleksi insan pers, tetapi juga momentum kepedulian sosial.

img_title Senyum Dibalik Perjuangan Tak Kenal Lelah, JKN Menjadi Penjaga Harapan Para Penyintas Penyakit Kronis

Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Batang–Pekalongan bersama BAZNAS dan Alfamart menyalurkan tali asih kepada anak-anak penyandang thalasemia di Pendopo Kabupaten Batang, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan bertajuk JMSI Peduli Thalasemia turut menggandeng Persatuan Orang Tua Penyandang Thalasemia (POPTI) Batang.

img_title Plot Twist! Habis Nangisin Film Children of Heavens, 63 Siswa SDN 3 Bawang Dapet Sepatu dari DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo

Acara dihadiri Wakil Bupati Batang Suyono, jajaran Forkopimda, serta sejumlah perwakilan instansi pemerintah daerah.

Ketua JMSI Batang–Pekalongan Ahmad Ujianto menegaskan, peringatan HPN kali ini sengaja dikemas sederhana namun memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

img_title Tolak Ketua PAC Baru, Musancab PDI Perjuangan Batang Ricuh, 21 Ranting Walkout

“Kami bangga bisa menghadirkan kepedulian langsung untuk anak-anak pejuang thalasemia. Dukungan dari Baznas, Alfamart, dan PDAM Sendang Kamulyan membuat kegiatan ini semakin bermakna,” ujarnya.

Ia menambahkan, tema nasional HPN 2026 Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat bukan sekadar slogan, melainkan komitmen agar media hadir memberi solusi dan membangun optimisme.

“Pers tidak hanya bekerja di ruang redaksi, tetapi juga turun langsung ke masyarakat,” tegasnya.

Ketua POPTI Batang, Netty Wijayanti, menjelaskan thalasemia merupakan kelainan darah genetik yang menyebabkan produksi hemoglobin tidak normal.

Kondisi ini membuat penderita mengalami anemia kronis sehingga membutuhkan transfusi darah rutin seumur hidup.

“Saat ini ada 43 anak penyandang thalasemia di Batang, terbanyak di Kecamatan Bandar,” ungkapnya.

Sebagai langkah pencegahan, POPTI telah meluncurkan program Zero Thalasemia sejak Januari 2026 dengan sosialisasi di sekolah-sekolah, termasuk SMA Negeri 1 Bandar.

Program ini mendorong skrining genetik sebelum pernikahan untuk memutus rantai thalasemia. Netty juga mengajak masyarakat rutin mendonorkan darah. “Setetes darah Anda adalah napas kehidupan bagi anak-anak kami,” katanya.

Wakil Bupati Batang Suyono bersama jajaran Forkopimda menyampaikan apresiasi atas inisiatif JMSI.

Menurutnya, kolaborasi antara pers, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci membangun kepedulian sosial. Acara ditutup dengan penyerahan santunan simbolis kepada anak-anak penyandang thalasemia serta edukasi kesehatan bagi keluarga pasien.

Melalui momentum HPN 2026, JMSI berharap semangat kebersamaan ini terus berlanjut, menjadikan Kabupaten Batang lebih peduli, sehat, dan kuat.